Jazz Night Bandung oleh Marisza Cardoba Foundation: Musik, Harapan, dan Kesadaran Autoimun

sekitarbandung.com – Marisza Cardoba Foundation Jazz Night Bandung menjadi momentum penuh makna bagi penyintas autoimun di Indonesia. Diselenggarakan di LOT 69 eRKa, Kota Bandung, acara

Aracely Azwa

Marisza Cardoba Foundation Jazz Night Bandung

sekitarbandung.com – Marisza Cardoba Foundation Jazz Night Bandung menjadi momentum penuh makna bagi penyintas autoimun di Indonesia. Diselenggarakan di LOT 69 eRKa, Kota Bandung, acara ini menggabungkan keindahan musik jazz dengan misi kemanusiaan untuk meningkatkan kesadaran tentang penyakit autoimun.

Acara bertajuk “Jazz Night: A Tribute to Autoimmune Survivors in Indonesia” ini dihadiri para musisi nasional dan komunitas kesehatan yang berkomitmen mendukung para penyintas agar tetap kuat menjalani kehidupan.

Musik Jadi Media Empati dan Penyembuhan

Pagelaran ini menampilkan kolaborasi dari The Jazz Traveller, yang beranggotakan Rio Sidik, Rudy Zulkarnain, Agam Hamzah, Nadine, dan Shayna. Melalui harmoni musik, mereka menyampaikan pesan bahwa penyintas autoimun tidak sendirian dalam perjuangan mereka.

Pendiri Marisza Cardoba Foundation, Marisza Cardoba, menjelaskan bahwa acara ini merupakan bagian dari Bulan Peduli Autoimun Nasional, bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang autoimun.

“Kami ingin masyarakat sadar bahwa autoimun nyata dan bisa dikendalikan dengan dukungan, gaya hidup sehat, dan edukasi yang tepat,” ujar Marisza.

Edukasi Kesehatan di Tengah Alunan Jazz

Menurut data Kementerian Kesehatan RI, lebih dari 12 juta warga Indonesia berpotensi mengalami autoimun. Sebagian besar di antaranya adalah perempuan usia produktif.
Marisza yang juga penyintas autoimun menegaskan bahwa pola hidup sehat dan semangat positif sangat penting dalam proses penyembuhan.

“Saya dulu hanya bisa aktif beberapa jam sehari. Kini saya bisa hidup normal tanpa obat berkat terapi dan gaya hidup sehat,” ungkapnya.

Dukungan dari Pemerintah Kota Bandung

Wali Kota Bandung M. Farhan mengapresiasi acara ini karena mampu menggabungkan seni dan edukasi. Ia menilai pendekatan seperti ini efektif menumbuhkan empati publik.

“Kegiatan seperti ini memberi pesan kuat bahwa penyintas tidak sendiri. Musik bisa jadi bahasa universal penyembuhan,” katanya.

Baca Juga: KPK Nilai Pemkot Bandung Rawan Korupsi, Pengamat Desak Inspektorat Perkuat Pengawasan Internal

Perayaan yang Menginspirasi

Malam Jazz ditutup dengan penampilan bertema “Harmony of Hope”, menegaskan komitmen MCF untuk terus mendampingi para penyintas autoimun dan memperluas edukasi publik di seluruh Indonesia.
Perayaan ini tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga membuka ruang dialog publik tentang pentingnya mengenali dan memahami penyakit autoimun sejak dini.

Bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi dalam program edukasi dan kampanye kesehatan serupa, informasi lengkap dapat diakses melalui situs resmi Marisza Cardoba Foundation dan komunitas Autoimun.id.

Jika ingin update tentang hal di sekitar bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com

Related Post

Tinggalkan komentar