sekitarBANDUNGcom – Pengelolaan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) akan dipegang oleh PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), yang merupakan wadah bagi tim Persib Bandung. Hal ini diungkapkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, dan kedua belah pihak akan melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama.
Kemenangan Lelang Bersejarah Setelah Proses Dua Kali
Ema Sumarna, Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Bandung, mengaku telah menerima informasi resmi bahwa PT PBB menjadi pemenang lelang pengelolaan Stadion GBLA. Ema menyatakan bahwa proses lelang tersebut telah dilakukan sesuai dengan aturan yang berlaku dan berlangsung secara transparan. “Pemenangnya sudah ditentukan, PT (PBB) memenangkan lelang tersebut. Mereka telah mengikuti dua kali lelang dan berhasil memenangkannya. Selama sesuai dengan regulasi, yang penting tidak ada subjektivitas, itulah yang harus kita hargai,” ungkapnya pada Selasa (4/7/2023).
Fakta bahwa proses lelang harus berlangsung hingga dua kali dan akhirnya dimenangkan oleh PT PBB menunjukkan adanya persaingan yang ketat dan prosedur yang ketat pula. Kemenangan ini bukan hanya sekadar formalitas, melainkan sebuah pengakuan bahwa PT PBB, sebagai entitas yang paling berkepentingan, memiliki proposal dan kapabilitas terbaik untuk mengelola stadion kebanggaan Kota Bandung tersebut. Ini juga menunjukkan komitmen Pemkot Bandung untuk menjalankan lelang secara profesional dan sesuai regulasi.
Kajian Hukum Tambahan Demi Keabsahan Jangka Panjang
Setelah pemenang lelang ditentukan, Ema menyatakan bahwa akan dilakukan proses penandatanganan perjanjian kerja sama pengelolaan (KSP) antara Pemkot Bandung dan PT PBB. Namun, sebelum itu terjadi, Pemkot Bandung mengambil langkah pengamanan ekstra. Pemkot akan melakukan kajian hukum tambahan dari berbagai sudut pandang untuk memastikan keabsahan dan kekuatan hukum dari perjanjian kerja sama tersebut.
“Kami akan menuju tahap penandatanganan, mungkin diwakili oleh sekretaris daerah, namun tentunya akan ada tambahan langkah pengamanan lainnya untuk memastikan keabsahan hukum,” kata Ema. Kajian tambahan yang dilakukan termasuk penilaian oleh tim independen. Selain itu, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bandung juga akan memperhatikan aspek hukum dan kehati-hatian dalam pengelolaan jangka panjang. Proses ini menunjukkan betapa krusialnya proyek GBLA ini, sehingga Pemkot ingin memastikan tidak ada celah hukum di masa mendatang. Perjanjian kerja sama ini diharapkan akan memberikan kepastian hukum dan ikatan yang jelas antara kedua belah pihak.
Baca juga : Anak Sekolah Bandung Dapat Makan Gratis Bergizi
Manfaat Pengelolaan Pihak Ketiga dan Harapan Revitalisasi
Ema Sumarna menjelaskan model pengelolaan yang akan diterapkan. “Jika pihak ketiga yang akan mengelola, akan ada perhitungan mengenai manfaat tahunan yang akan kita dapatkan. Kita hanya akan mendapatkan manfaat dari hasil tersebut, sedangkan pengelolaan dana menjadi tanggung jawab mereka,” ujarnya.
Model KSP ini merupakan skema yang saling menguntungkan. Pemkot Bandung tidak lagi terbebani oleh biaya operasional dan pemeliharaan stadion yang selama ini cukup besar. Sebaliknya, Pemkot akan mendapatkan manfaat finansial tahunan dari PBB. Sementara itu, PBB mendapatkan hak pengelolaan penuh untuk Stadion GBLA, yang sangat krusial bagi klub.
Di sisi lain, PT PBB sangat antusias menyambut kemenangan lelang ini. Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Teddy Tjahjono, menyatakan bahwa pihaknya masih menunggu jadwal penandatanganan perjanjian kerja sama (KSP) Stadion GBLA dengan Pemkot Bandung. “Kami masih menunggu jadwal penandatanganan KSP Stadion GBLA,” ucapnya melalui keterangan resmi.
Teddy juga berharap bahwa tahapan yang sedang dilakukan oleh Pemkot Bandung dapat berjalan dengan lancar. “Semoga proses serah terima berjalan dengan baik agar renovasi Stadion GBLA dapat segera dilakukan,” tambahnya. Revitalisasi ini sangat penting mengingat kondisi stadion yang memerlukan perbaikan di beberapa bagian, termasuk fasilitas, rumput lapangan, dan area pendukung lainnya.
Langkah Maju untuk Persib dan Kota Bandung
Kemenangan lelang ini adalah langkah maju yang signifikan bagi klub Persib Bandung. Selama ini, Persib seringkali harus berpindah-pindah kandang karena berbagai alasan, seperti jadwal yang tidak cocok atau kondisi stadion yang kurang memadai. Dengan menjadi pengelola resmi, Persib memiliki kendali penuh atas GBLA, yang akan menjadi kandang permanen mereka. Ini akan memberikan stabilitas bagi tim dan juga bagi para Bobotoh yang bisa dengan mudah merencanakan kehadiran mereka di stadion.
Di sisi lain, bagi Kota Bandung, pengelolaan GBLA oleh PT PBB diharapkan dapat membawa stadion ini kembali menjadi aset berharga yang terawat dan dimanfaatkan secara maksimal. Profesionalisme dalam manajemen, investasi untuk perbaikan, dan penggunaan stadion untuk berbagai acara (tidak hanya sepak bola) akan meningkatkan citra dan nilai ekonomi GBLA.
Perjanjian kerja sama ini menjadi babak baru bagi Stadion GBLA dan Persib Bandung. Diharapkan, dengan sinergi antara Pemkot Bandung dan PT PBB, Stadion GBLA akan menjadi stadion yang modern, aman, dan menjadi kebanggaan bagi seluruh warga Bandung.
Baca juga : BPBD: 16 Kecamatan Bandung Barat Masuk Zona Rawan Gempa

