Sekitarbandung.com – Hingga akhir tahun 2025, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bandung berhasil menembus angka lebih dari Rp3 triliun. Angka ini meningkat secara signifikan dibandingkan realisasi tahun sebelumnya.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bandung, Gun Gun Sumaryana, menyampaikan bahwa capaian tersebut ditopang oleh sejumlah sumber pajak utama, yang di antaranya yaitu sebagai berikut:
- Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)
- Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB)
- Pajak Kendaraan Bermotor (PKB)
- Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB)
- Pajak Hotel dan Restoran
Berbagai kegiatan yang digelar Pemerintah Kota Bandung berdampak positif terhadap sektor jasa, khususnya restoran, hotel, dan hiburan.
Baca Juga: Ke Mana Perginya Dana Desa? Yuk Simak Penjelasannya Berikut Ini!
Sebagai pengingat, sepanjang tahun 2025, sejumlah acara besar digelar di Kota Bandung, yang di antaranya sebagai berikut:
- Pocari Sweat Run
- Asia Africa Festival
- Hari Jadi Kota Bandung ke-215
- Libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026
Bahkan pada masa libur Nataru, okupansi sejumlah hotel di kawasan pusat Kota Bandung dikabarkan mencapai 100 persen. Di titik penyangga lainnya, angka okupansi tercatat tak kurang dari 60 persen.
Tren media sosial yang menyebut “satu Indonesia liburan ke Bandung” turut memberi dampak positif terhadap sektor hotel, restoran, dan parkir.
Dengan capaian tersebut, Pemerintah Kota Bandung optimistis dapat menjaga tren kenaikan PAD pada tahun 2026. Target PAD 2026 pun ditetapkan sebesar Rp3,6 triliun.
Terpisah, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyebut capaian ini merupakan hasil kolaborasi dari berbagai pihak. Farhan optimistis, dengan kolaborasi, target PAD 2026 dapat terealisasi.
Baca Juga: Astra Bersama Disperindag Jabar Buka Kesempatan Pembinaan UMKM dan IKM Manufaktur di Bandung

