Sekitarbandung.com – Oto Iskandar Di Nata merupakan sosok pahlawan yang wajahnya terpampang pada uang kertas Rp 20.000, dan di balik wajahnya yang tenang, ia memiliki julukan “Si Jalak Harupat” (Ayam Jantan yang Pemberani) karena keberaniannya yang luar biasa.
Di masa kolonial, Oto tercatat sebagai anggota Volksraad (Dewan Rakyat), dan ketika politisi lain memilih diam, ia dengan lantang membongkar kekejaman Belanda.
Selain itu, ia juga secara terbuka menuntut kemerdekaan langsung di hadapan para pejabat Belanda, sehingga keberaniannya membuat intelijen kolonial merasa terancam.
Sejarah besar terjadi dalam sidang Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia pada 18 Agustus 1945, sehari setelah proklamasi, ketika suasana tengah tegang dalam menentukan pemimpin negara dan Oto berdiri menyampaikan pandangannya dengan tegas.
Ia merupakan tokoh yang secara aklamasi mengusulkan Soekarno sebagai Presiden dan Mohammad Hatta sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia, dan usulan tersebut disepakati.
Setelah kemerdekaan, Oto diangkat menjadi Menteri Negara, namun pada akhir tahun 1945 kondisi Jakarta dan sekitarnya dilanda kekacauan akibat banyaknya laskar bersenjata yang bergerak di luar kendali pemerintah.
Pada Desember 1945, tragedi memilukan terjadi ketika Oto Iskandar di Nata diculik oleh sekelompok laskar tidak dikenal yang disebut Laskar Hitam.
Sosok pahlawan yang tidak gentar menghadapi peluru Belanda maupun pedang Jepang itu kemudian dibawa ke Pantai Mauk, Tangerang.
Di tempat tersebut, oleh bangsanya sendiri yang terpengaruh fitnah, “Si Jalak Harupat” dieksekusi secara tragis.
Yang paling menyayat hati, jasadnya dibuang dan tidak pernah ditemukan hingga kini, sementara makamnya berada di Taman Makam Pahlawan Cikutra.
Namun, makam tersebut sejatinya hanyalah simbolis, karena di dalamnya hanya terdapat gundukan pasir dan air yang diambil dari Pantai Mauk.
Terkadang, musuh yang paling kejam bukanlah bangsa asing, melainkan fitnah dari bangsa sendiri, dan demikianlah akhir tragis salah satu penentu Presiden pertama Indonesia.
Siapa yang baru mengetahui bahwa makam “Si Jalak Harupat” tersebut sebenarnya hanyalah sebuah makam simbolis?
Baca Juga: Meski Wajahnya Jarang Dikenal, tetapi Racikan Bumbu Mi Indomie Mampu Selamatkan Jutaan Perut

