Sekitarbandung.com – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengancam akan membombardir Iran besar-besaran jika tetap menutup Selat Hormuz. Iran diberi tenggat hingga Rabu (8/4/2026), pukul 07.00 WIB.
Namun, Iran tetap tidak menggubris ancaman tersebut. Situasi ini sempat membuat dunia tegang dan khawatir perang besar akan meletus.
Akhirnya hingga 90 menit sebelum tenggat berakhir, Trump justru mengumumkan gencatan senjata selama dua minggu. Sosok di balik perubahan ini disebut hanya satu, yaitu Pakistan.
Trump menyebut keputusan itu dipengaruhi oleh bujukan dua pejabat Pakistan, yakni Perdana Menteri Shehbaz Sharif dan Panglima Angkatan Darat Asim Munir.
Munir diketahui memiliki hubungan baik dengan Trump. Bahkan, tahun lalu Trump sempat menyebut Munir sebagai salah satu pejabat tinggi militer favoritnya.
Pada Mei 2025, Pakistan sempat terlibat konflik selama empat hari dengan India. Saat itu, Amerika Serikat turun tangan dan mendorong penghentian konflik, yang kemudian mempererat hubungan Munir dengan Washington.
Shehbaz Sharif juga sempat menyampaikan terima kasih kepada Trump atas perannya dalam meredakan konflik Pakistan-India. Ia menilai langkah tersebut berpotensi mencegah hingga 10 juta korban jiwa.
Baca Juga: Selat Hormuz Memanas, Cadangan BBM Jepang 254 Hari, Indonesia Sekitar 20 Hari
Bahkan pada Juni 2025, Pakistan secara resmi merekomendasikan Trump sebagai kandidat penerima Nobel Perdamaian 2026.
Meski memiliki kedekatan dengan Amerika Serikat, Pakistan tetap menjaga hubungan baik dengan Iran sebagai negara tetangga, dengan kedekatan budaya serta berbagi perbatasan sepanjang sekitar 900 km.
Iran pada era Rezim Pahlavi merupakan negara pertama yang mengakui kemerdekaan Pakistan pada 1947. Sebaliknya, Pakistan juga mengakui perubahan rezim Iran saat Revolusi Iran 1979 terjadi.
Hubungan tersebut terus terjaga hingga kini. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, bahkan menyebut Sharif dan Munir sebagai saudara dekat.
Layaknya tetangga yang tetap peduli di tengah konflik, Pakistan mengambil langkah proaktif ketika ketegangan meningkat.
Pakistan berperan sebagai perantara atau penyampai pesan antara kedua pihak sejak konflik memanas pada Februari lalu.
Hasilnya, Iran dan Amerika Serikat sepakat untuk melakukan pertemuan langsung, berdiskusi tanpa senjata, yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat (10/4/2026) di Islamabad, Pakistan.
Baca Juga: 7 Artis yang Tidak Terima Karyanya Digunakan oleh Pemerintahan Donald Trump

