Sekitarbandung.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung turut berdukacita atas insiden tabrakan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek tujuan Surabaya dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, pada Senin malam (27/4/2026) sekitar pukul 20.55 WIB.
Dilansir dari unggahan akun Instagram @humas_bandung dan @halobandung, Pemkot Bandung mendoakan agar korban yang terdampak segera mendapatkan penanganan terbaik dan keselamatan dari petugas di TKP.
“Semoga para korban segera mendapatkan penanganan terbaik dan keselamatan. Dukungan diberikan kepada seluruh pihak terkait agar penanganan berjalan cepat dan tepat,” tulis @humas_bandung dalam unggahan.
“Semoga para korban yang berpulang mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan,” tulis @halobandung dalam unggahan.
Hingga Selasa pagi (28/4/2026), jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan yang melibatkan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur dilaporkan meningkat menjadi 14 orang.
Selain itu, korban yang luka-luka juga meningkat sebanyak 84 orang. Seluruh korban tersebut dirawat tersebar di Rumah Sakit Unit Darurat (RSUD) Bekasi, Rumah Sakit (RS) Bella, RS Primaya, hingga RS Siloam.
Akibat insiden tersebut, beberapa perjalanan KA Parahyangan mengalami gangguan, yaitu sebagai berikut:
- KA 139B (Keberangkatan Bandung 19.25).
- KA 140B (Keberangkatan Gambir 23.05).
NB: Perjalanan dibatalkan sebagian untuk lintas Karawang – Gambir PP.
Pihak PT KAI pun menyampaikan permohonan maaf yang mendalam atas kejadian ini dan fokus penuh pada evakuasi serta keselamatan pelanggan. Fokusnya sekarang yaitu mengevakuasi pelanggan yang terdampak.

