Pemkot Bandung Perkuat Pengelolaan Sampah, Hadapi Tantangan Musim Hujan

sekitarbandungcom – Pemkot Bandung terus memperkuat pengelolaan sampah melalui berbagai langkah yang dilakukan dari tingkat kota hingga kewilayahan. Upaya tersebut mencakup peningkatan kapasitas pengolahan, penguatan

nathanael gihon

Pemkot Bandung Perkuat Pengelolaan Sampah, Hadapi Tantangan Musim Hujan

sekitarbandungcom – Pemkot Bandung terus memperkuat pengelolaan sampah melalui berbagai langkah yang dilakukan dari tingkat kota hingga kewilayahan. Upaya tersebut mencakup peningkatan kapasitas pengolahan, penguatan petugas lapangan, pengembangan teknologi, serta edukasi pemilahan sampah dari sumber.

Kebijakan tersebut penting karena sebagian sampah Kota Bandung masih harus dikirim ke Tempat Pembuangan Akhir atau TPA Sarimukti. Pemerintah berupaya mengurangi ketergantungan terhadap tempat pembuangan akhir dengan memperbesar kapasitas pengolahan sampah di wilayah kota.

Pemkot Bandung Tingkatkan Kapasitas Pengolahan Sampah

Portal Jabar pada 30 Juli 2026 melaporkan kapasitas pengolahan sampah Kota Bandung telah mencapai 30 persen. Sementara itu, sekitar 70 persen sampah masih dibuang ke TPA Sarimukti.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyebut peningkatan kapasitas pengolahan menjadi bagian dari penanganan persoalan sampah secara bertahap. Pemerintah terus mencari cara agar lebih banyak sampah dapat ditangani sebelum masuk ke TPA.

Penguatan pengelolaan juga dilakukan dari tingkat sumber. Pada Januari 2026, Pemkot Bandung mendorong kelurahan dan rukun warga atau RW untuk ikut memperkuat pengelolaan sampah di wilayah masing-masing.

Pendekatan berbasis kewilayahan tersebut disertai monitoring agar pelaksanaannya berjalan optimal. Dengan demikian, pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada kebijakan di tingkat kota, tetapi juga melibatkan masyarakat dan perangkat wilayah.

Pada Februari 2026, Pemkot Bandung menyiapkan langkah lain melalui penguatan petugas Gaslah, perluasan Kawasan Bebas Sampah, serta pengembangan teknologi seperti refuse derived fuel atau RDF dan maggot.

Sebanyak 1.596 petugas Gaslah disiagakan di seluruh RW. Kehadiran petugas menjadi bagian dari upaya memperkuat penanganan sampah di lingkungan masyarakat sekaligus mendukung pengelolaan dari tingkat hulu.

Baca juga:Suahasil Gantikan Purbaya sebagai Menkeu, Prabowo Lakukan Reshuffle 2026

Pemkot Bandung Perkuat Pengelolaan dari Hulu

Pemkot Bandung juga mengembangkan digitalisasi layanan bank sampah, memperluas Kawasan Bebas Sampah, dan mendorong edukasi pemilahan sampah dari sumber. Langkah tersebut diarahkan untuk mengurangi timbulan sampah yang harus diangkut menuju TPA.

Farhan meminta jajaran Dinas Lingkungan Hidup mengoptimalkan sejumlah program, seperti Gaslah, Gober, Mamang Sampah, dan penyapu jalan. Program tersebut ditempatkan sebagai bagian dari pengelolaan yang terpadu dan berkelanjutan.

Penguatan dari tingkat hulu menjadi penting karena sampah yang telah tercampur membutuhkan proses penanganan lebih lanjut. Pemilahan sejak awal dapat membantu mengelompokkan sampah sesuai karakteristik dan metode pengolahannya.

Dalam menghadapi kondisi cuaca, pengelolaan sampah yang tertib juga berkaitan dengan kebersihan lingkungan. Namun, hingga kini belum terdapat sumber primer yang secara khusus menyatakan bahwa langkah penguatan tersebut merupakan kebijakan khusus Pemkot Bandung untuk menghadapi musim hujan 2026.

Baca juga:Pakta Integritas ASN Bandung, Farhan Ajak Perangi Korupsi dan Konflik Kepentingan

Karena itu, hubungan antara pengelolaan sampah dan musim hujan perlu disampaikan secara proporsional. Artikel ini menempatkan musim hujan sebagai konteks tantangan lingkungan, bukan sebagai dasar untuk mengklaim adanya program khusus yang belum dinyatakan pemerintah.

Pengelolaan sampah tetap membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Pemerintah menyediakan sistem, petugas, fasilitas, serta teknologi, sementara masyarakat berperan melalui pengurangan dan pemilahan sampah sejak dari rumah.

Dengan kapasitas pengolahan yang terus ditingkatkan, Pemkot Bandung memiliki ruang untuk mengurangi beban TPA Sarimukti secara bertahap. Meski demikian, persentase sampah yang masih dikirim ke TPA menunjukkan bahwa proses peralihan menuju pengolahan berbasis sumber masih membutuhkan penguatan.

Data dan program tersebut menjadi gambaran mengenai arah kebijakan pengelolaan sampah Kota Bandung pada 2026. Pemerintah terus mendorong pendekatan yang lebih terpadu melalui kombinasi pelayanan lapangan, pengolahan, teknologi, dan partisipasi masyarakat.

Bagi warga, langkah sederhana seperti memilah sampah dan mengikuti sistem pengelolaan di tingkat lingkungan tetap penting. Upaya tersebut mendukung target pengurangan sampah sekaligus membantu menjaga kebersihan ruang publik.

Penguatan pengelolaan sampah juga perlu disertai pemantauan berkala. Evaluasi terhadap kapasitas fasilitas, kinerja petugas, dan partisipasi masyarakat dapat menjadi dasar untuk memperbaiki sistem secara berkelanjutan.

Dengan demikian, Pemkot Bandung terus membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih menyeluruh. Tantangan ke depan bukan hanya meningkatkan kapasitas pengolahan, tetapi juga memastikan sampah dapat ditangani sejak sumber hingga proses akhir secara konsisten demi lingkungan kota bersih bersama.

Related Post

Tinggalkan komentar