Sekitarbandung.com – Pemkot Bandung didorong oleh panitia khusus (pansus) DPRD untuk mencari sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) tanpa memberikan beban yang terlalu berat bagi masyarakat.
Ketua DPRD Kota Bandung, Asep Mulyadi, menjelaskan bahwa Kota Bandung perlu lebih kreatif dan inovatif dalam menggali potensi pendapatan daerah yang dapat menyejahterakan masyarakat.
“Memang ada harapan kota ini jauh lebih kreatif, lebih inovatif untuk menggali potensi-potensi pendapatan daerah. Karena dari situlah sumber untuk membuat program yang bisa menyejahterakan masyarakat,” ujarnya, pada Selasa (5/5/2026).
Asep mengatakan bahwa sektor yang perlu ditingkatkan mulai dari retribusi parkir hingga pajak restoran yang nantinya akan dituangkan dalam laporan keuangan pemerintah daerah (LKPD) tahun anggaran 2027 mendatang.
Baca Juga: Pemkot Bandung Resmikan Fasilitas Donor Darah Canggih Pertama di Indonesia
“Dari LKPJ ini mempunyai harapan besar menjadi bridging untuk menjadi rekomendasi yang bisa dijalankan masuk kepada LKPD 2027. Sangat sayang kita melakukan rekomendasi, tetapi ada harapan keinginan yang tidak masuk di perencanaan tahun 2027,” lanjutnya.
Secara perencanaan, LKPJ 2025 akan diparipurnakan pada 11 Mei 2026 mendatang. Asep pun berharap Pemkot Bandung dapat mencermati masukan pansus agar mampu memaksimalkan potensi pendapatan daerah.
“Jadi, saya harapkan pekan ini sudah finalisasi, sehingga nanti hari mungkin Senin bisa diparipurnakan. Mudah-mudahan bisa, karena barusan juga lumayan tajam, termasuk juga untuk peningkatan PAD,” imbuhnya.
Dengan adanya dorongan tersebut, diharapkan Pemkot Bandung mampu menemukan sumber PAD yang optimal tanpa memberatkan masyarakat serta dapat mendorong pembangunan daerah yang lebih berkelanjutan.
Baca Juga: Usai Kasus Daycare Alesha di Yogyakarta, Pemkot Bandung Dorong Daycare Wajib Punya Layanan Psikolog

