Pemkot Bandung & Tzu Chi Renovasi 1.775 Rumah

sekitarbandung.com — Pemkot Bandung sekali lagi membuktikan dedikasinya dalam memperbaiki taraf kehidupan masyarakatnya dengan menggelar program renovasi rumah yang tidak layak huni (Rutilahu). Dalam tahun

Acsyara Aulia

Pemkot Bandung & Tzu Chi Renovasi 1.775 Rumah

sekitarbandung.com — Pemkot Bandung sekali lagi membuktikan dedikasinya dalam memperbaiki taraf kehidupan masyarakatnya dengan menggelar program renovasi rumah yang tidak layak huni (Rutilahu). Dalam tahun anggaran 2025, pihak pemkot Bandung memiliki target hingga 1.775 unit rumah akan diberikan dukungan perbaikan, khususnya untuk keluarga kurang mampu di wilayah tersebut.

Program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan infrastuktur permukiman, tetapi juga merupakan wujud dari penguatan kapasitas masyarakat supaya lebih mandiri serta memiliki daya saing tinggi.

Pada hari Sabtu, tanggal 28 Mei 2025, Wali Kota Bandung, Mohammad Farhan, secara langsung mengunjungi lokasi untuk memeriksa tahapan pemulihan sebuah rumah milik penerima dukungan yang berada di RW 08, Desa Hegarmanah, wilayah kecamatan Cidadap.

Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Farhan menyatakan bahwa Program Rutilahu tidak hanya sebagai bantuan sosial semata, tetapi juga menjadi dorongan bagi masyarakat untuk melakukan perbaikan rumah tinggal mereka sendiri dengan prinsip kerja sama dan bergotong royong.

“Bantuan ini diberikan dalam wujud material konstruksi serta sebagian sebagai biaya jasa pekerjaan. Besarnya mencapai sekitar Rp25 juta per unit rumah, sudah termasuk pajaknya. Mereka yang mendapat dukungan tersebut dapat melaksanakan pembangunannya secara bersama-sama dengan semangat kegotongroyongan. Program ini merupakan hasil sinergi antara pihak Pemkot Bandung dan komunitas setempat,” kata Farhan.

Menurutnya, program ini dibuat dengan tujuan memperkuat partisipasi masyarakat, bukan justru sepenuhnya mengambil alih peran yang seharusnya dilakukan oleh mereka.

“Sebagian kita bantu, selebihnya dilanjutkan oleh warga sendiri. Diharapkan dengan begitu warga semakin mandiri dan merasa memiliki terhadap hasil perbaikan tersebut,” kata Farhan.

Hingga pertengahan tahun ini, sebanyak 690 rumah telah menjalani rehabilitasi.
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Bandung, Rizky Kusrulyadi, mengatakan bahwa sampai dengan pertengahan tahun 2025, sudah ada 690 unit rumah yang diperbaiki dari keseluruhan target sebanyak 1.775 unit yang terdistribusi di 30 kecamatan.

Baca juga : Tak Mau Ada Korban Lagi! DPRD dan Pemkot Kompak Benahi Jalan Rusak di Bandung

“Sekitar 690 rumah sudah rampung direnovasi hingga bulan Juni ini. Secara keseluruhan terdapat 1.775 unit Rumah Tidak Layak Huni yang tersebar di 30 kecamatan,” kata Rizky.

Setiap unit hunian mendapatkan dukungan senilai 25 juta rupiah per unitnya, yang terdiri dari beberapa bagian berikut ini:

  • Komponen bahan bangunan
  • Upah tenaga kerja berkisar pada angka Rp2,5 juta.
  • Sebagian lainnya dipergunakan untuk pembayaran pajak (PPN dan PPh).

Sebelum bantuannya disalurkan, tim teknis terlebih dahulu melakukan verifikasi pada rumah para calon penerima manfaat guna menjamin agar dukungan yang diberikan benar-benar tepat sasaran serta memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan dalam program.

“Rumah yang diberi bantuan harus merupakan kepemilikan pribadi dan dilengkapi dengan sertifikat. Bentuk bantuannya bukan dalam uang tunai, melainkan berupa material bangunan serta biaya tenaga kerja agar penggunaannya tepat sasaran,” kata Rizky menjelaskan.

Kemitraan dengan Lembaga Kemanusiaan Buddhis Tzu Chi

Program yang serupa tidak hanya didanai oleh APBD tetapi juga diwujudkan di Kota Bandung bekerja sama dengan yayasan sosial Buddha Tzu Chi. Melalui kemitraan tersebut, bantuan renovasi disediakan untuk total 500 unit rumah.

Pada tahap permulaan, pelaksanaan pembangunan akan dimulai dari seratus unit rumah yang dibangun terlebih dahulu. Yang membedakan dengan program sebelumnya adalah seluruh kegiatan konstruksi dalam program ini ditangani langsung oleh instansi atau badan terkait, sementara itu Pemkot Bandung bertugas dalam menyusun Rencana Anggaran dan Biaya (RAB), juga ikut melakukan verifikasi secara teknis.

Melalui keterlibatan beragam unsur, termasuk dari sektor pemerintahan hingga kalangan masyarakat sipil, Program Rutilahu di Kota Bandung berhasil menunjukkan kerja sama yang harmonis dalam memenuhi salah satu kebutuhan pokok warga, yaitu tersedianya tempat tinggal yang pantas dan sesuai dengan martabat kemanusiaan.

Baca juga : Skema Sekolah Gratis di Bandung Ditargetkan Mulai Berjalan Tahun Ini, Pemkot Siapkan Rp 27 Miliar

Meningkatkan Mutu Perumahan untuk Gaya Hidup yang Lebih Baik

Pemkot Bandung mengetahui betul bahwa tersedianya perumahan yang layak merupakan salah satu faktor utama penentu peningkatan mutu kehidupan dan kesejahteraan penduduknya. Kondisi lingkungan rumah yang baik secara langsung dapat memengaruhi efektivitas kerja warganya, pertumbuhan generasi penerus bangsa, hingga rasa aman saat menjalani aktivitas harian.

Melalui pendekatan yang partisipatif serta kolaboratif, Program Rutilahu tidak sekadar merehabilitasi bangunan rumah secara fisik, namun juga mendorong tumbuhnya rasa solidaritas dan tanggung jawab sosial di kalangan warga.

Wali Kota Farhan berkeinginan agar program ini dapat memicu terjadinya perubahan sosial dan ekonomi yang lebih luas, dengan titik awal pada tingkat keluarga atau rumah tangga.

Jika ingin update tentang hal di sekitar bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com

Related Post

Tinggalkan komentar