Penanganan Sampah dan Bangunan di Atas Sungai Bandung Jadi Fokus Pemkot Tahun 2025

sekitarbandung.com — Penanganan sampah dan bangunan di atas sungai Bandung menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Bandung menjelang musim hujan 2025. Melalui koordinasi lintas dinas, Pemkot

Aracely Azwa

Penanganan Sampah dan Bangunan di Atas Sungai Bandung

sekitarbandung.com — Penanganan sampah dan bangunan di atas sungai Bandung menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Bandung menjelang musim hujan 2025. Melalui koordinasi lintas dinas, Pemkot berkomitmen memperbaiki aliran sungai, menertibkan bangunan liar, dan memperkuat sistem drainase untuk mencegah banjir.

Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, menegaskan bahwa upaya penanganan sampah dan bangunan di atas sungai Bandung dilakukan bersama DSDABM, DLHK, dan BPBD dengan langkah konkret di lapangan.

“Tonase sampah di Bandung masih tinggi, mencapai 1.800 ton per hari. Tapi kami pastikan sampah tidak menumpuk dan hanyut ke sungai,” kata Erwin, Senin (20/10/2025).

Baca Juga: Atasi Banjir di Perbatasan Kota Bandung, Diperlukan Sinergi Lintas Daerah yang Nyata

Kolaborasi Warga dalam Penanganan Sampah dan Bangunan di Atas Sungai Bandung

Erwin meminta seluruh RW dan kelurahan aktif melaporkan tanda-tanda erosi atau penyempitan sungai. Pemerintah menyiagakan petugas untuk memperbaiki tanggul dan membersihkan jalur air agar tetap lancar.

Bangunan liar di atas aliran sungai juga menjadi fokus penertiban. Beberapa di antaranya telah dibongkar, sementara yang sulit diakses dilakukan pengerukan aliran air agar tidak terjadi genangan.

“Kami tidak ingin solusi sementara. Ini langkah jangka panjang untuk mengurangi risiko banjir di Bandung,” ujarnya.

Kolam Retensi dan Drainase Jadi Solusi Permanen

Dalam jangka menengah, Pemkot Bandung telah memiliki 15 kolam retensi aktif dan berencana menambah 15 lagi pada 2026. Tiga lokasi di antaranya akan dibangun menggunakan anggaran Rp12 miliar.

“Kalau 30 kolam retensi sudah berfungsi dengan baik, insya Allah potensi banjir bisa ditekan,” tutur Erwin.

Selain penanganan fisik, Pemkot Bandung tengah menyusun blueprint sistem drainase kota Bandung yang terintegrasi untuk memastikan setiap pembangunan selaras dengan arah pengelolaan air berkelanjutan.

“Semua tahapan — mulai dari penanganan sampah, penertiban bangunan di atas sungai, hingga pembangunan kolam retensi — bertujuan mengurangi risiko banjir secara berkelanjutan,” jelasnya.

Untuk mengetahui strategi adaptasi iklim dan pengelolaan air perkotaan yang diadopsi Pemkot Bandung, kamu bisa membaca informasi tambahan di situs resmi Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Bandung.

Jika ingin update tentang hal di sekitar bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com

Related Post

Tinggalkan komentar