Pengelolaan Sampah Bandung Terkendala, Kuota Pembuangan ke Sarimukti Dipangkas

sekitarbandung.com – Kota Bandung tengah menghadapi persoalan pelik terkait pengelolaan sampah. Sejak 1 September 2025, aturan baru yang dikeluarkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat membatasi pembuangan

Aracely Azwa

Pengelolaan Sampah Bandung

sekitarbandung.com – Kota Bandung tengah menghadapi persoalan pelik terkait pengelolaan sampah. Sejak 1 September 2025, aturan baru yang dikeluarkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat membatasi pembuangan sampah ke TPA Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat.

Pembatasan ini tertuang dalam surat edaran Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar Nomor 6174/PBLS.04/DLH tanggal 1 Agustus 2025. Jika sebelumnya Kota Bandung bisa membuang hingga 1.200 ton sampah per hari, kini hanya diizinkan 981 ton.

Kuota Dikurangi 220 Ton Per Hari

Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, menjelaskan kebijakan tersebut otomatis mengurangi kapasitas pengangkutan sampah sekitar 220 ton per hari.

“Ini kendala pertama yang harus kami hadapi. Pengurangan kuota jelas menambah tekanan, sementara produksi sampah di Bandung terus meningkat,” kata Erwin, Senin (29/9/2025).

Selain pengurangan kuota, TPA Sarimukti juga menutup operasional setiap hari Minggu. Akibatnya, sampah sekitar 1.500 ton yang biasanya terangkut, menumpuk begitu saja.

“Kalau dihitung, sisa sampah yang tidak bisa diangkut dalam sehari mencapai 520 ton. Dalam enam hari kerja bisa menumpuk 2.160 ton, dan kalau dihitung sebulan bisa lebih dari 10 ribu ton,” jelas Erwin.

Baca Juga: Keracunan MBG Bandung Barat: 1.244 Korban Sembuh, 65 Masih Dirawat

Fasilitas Pengolahan Belum Mampu

Data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung mencatat, kemampuan pengolahan sampah dalam kota baru sekitar 160 ton per hari. Jumlah ini ditopang fasilitas insinerator dan beberapa teknologi pengolahan alternatif.

Namun, kapasitas tersebut masih jauh dari cukup. Setiap hari, sekitar 360 ton sampah tetap menumpuk tanpa penanganan. Jika dibiarkan, akumulasinya bisa mencapai lebih dari 10 ribu ton dalam satu bulan.

Masyarakat Diminta Ikut Bergerak

Erwin menegaskan bahwa kebijakan ini tidak bisa hanya ditanggung pemerintah. Peran serta masyarakat menjadi kunci utama. Pemkot Bandung pun mendorong program Kawasan Bebas Sampah (KBS) di setiap lingkungan.

“Kami ingin setiap RW bergerak. Kalau sampah bisa dikurangi dari rumah, beban kota akan lebih ringan,” ujar Erwin.

Program KBS mengajak warga memilah sampah sejak dari sumber, memanfaatkan kembali barang layak pakai, hingga mengolah sampah organik dengan cara sederhana seperti membuat kompos atau eco enzyme.

Optimalisasi Insinerator dan Kerja Sama Swasta

Selain menggencarkan peran warga, Pemkot Bandung juga mengoptimalkan insinerator di sejumlah Tempat Penampungan Sementara (TPS). Mesin pembakar sampah ini diharapkan mampu mempercepat pengurangan timbulan.

“Kami mau tidak mau harus bekerja sama dengan berbagai pihak. Tanpa kolaborasi, masalah ini sulit diatasi,” tegas Erwin.

Kerja sama dengan pihak swasta pun dibuka, dengan skema biaya tertentu, agar penanganan sampah lebih efisien.

Situasi Masih Terkendali

Meski kuota pembuangan berkurang hampir sebulan terakhir, Erwin memastikan kondisi kota masih terkendali. Sejumlah tumpukan sampah memang terlihat di beberapa titik, tetapi belum sampai mengganggu aktivitas warga.

“Alhamdulillah, sampai saat ini masih bisa diatasi. Petugas kebersihan bekerja ekstra agar Bandung tetap bersih meskipun situasinya berat,” tambahnya.

Butuh Solusi Jangka Panjang

Pemkot Bandung kini menyiapkan langkah diplomasi dengan Pemerintah Provinsi Jabar untuk mencari solusi permanen. Wali Kota Bandung dijadwalkan bertemu langsung dengan Gubernur guna membicarakan skema baru pembuangan sampah.

“Kami berharap ada jalan keluar terbaik dari pemerintah provinsi, agar sampah Bandung tidak terus menumpuk,” kata Erwin.

Pengurangan kuota pembuangan ini sebenarnya menjadi momentum bagi Bandung untuk mempercepat transformasi pengelolaan sampah. Menurut panduan resmi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), strategi jangka panjang harus mengutamakan pengurangan sampah dari sumber, daur ulang, dan pemanfaatan teknologi ramah lingkungan.

Dengan dukungan masyarakat, teknologi tepat guna, serta kebijakan yang konsisten, Bandung berpeluang keluar dari krisis sampah dan menjadi kota percontohan pengelolaan lingkungan berkelanjutan.

Jika ingin update tentang hal di sekitar bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com

Related Post

Tinggalkan komentar