sekitarbandung.com – Memasuki periode curah hujan tinggi sejak awal November, Pemerintah Kota Bandung menegaskan kembali pentingnya PHBS Musim Hujan Bandung sebagai langkah dasar mencegah berbagai penyakit musiman. Meski intensitas hujan meningkat, laporan kesehatan di seluruh wilayah kota masih berada dalam batas aman.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung menyampaikan bahwa sistem pemantauan kesehatan daerah tidak mendeteksi adanya lonjakan penyakit yang biasanya muncul pada periode hujan. Namun, kewaspadaan tetap harus dijaga karena kondisi lembap dan banjir sering kali menjadi pemicu berbagai infeksi.
Kondisi Penyakit Masih Stabil Meski Curah Hujan Tinggi
Berdasarkan laporan Sistem Informasi Gangguan dan Dampak (SIGDA), jenis penyakit seperti ISPA, demam berdarah, hingga leptospirosis masih menunjukkan tren stabil. Bahkan, beberapa di antaranya mengalami penurunan jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Stabilnya angka penyakit ini disinyalir terjadi karena meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan rumah dan lingkungan. Upaya ini turut membantu menekan risiko penyebaran penyakit selama musim hujan.
Baca Juga: Traffic Light AI Bandung Dinilai Belum Efektif Atasi Macet, Pakar ITB Beberkan Alasannya
Risiko Penyakit Musim Hujan yang Perlu Diwaspadai
Meskipun data kesehatan masih terkendali, Dinkes mengingatkan bahwa musim hujan memiliki potensi risiko tertentu yang dapat meningkat sewaktu-waktu. Beberapa penyakit yang biasanya naik pada periode ini antara lain:
-
Leptospirosis, akibat paparan bakteri leptospira dari air banjir
-
Demam Berdarah Dengue (DBD) dari perkembangbiakan nyamuk di genangan air
-
ISPA, dipicu perubahan suhu dan kualitas udara
-
Penyakit pencernaan, akibat kontaminasi air minum
Masyarakat diminta tetap menghindari kontak dengan genangan air, memastikan kebersihan air minum, dan menjaga lingkungan tetap bebas sampah.
PHBS Musim Hujan Bandung Jadi Kunci Mengontrol Penyakit
Dalam menghadapi cuaca ekstrem, Dinkes kembali menekankan bahwa PHBS Musim Hujan Bandung adalah pondasi utama menjaga daya tahan tubuh. Beberapa langkah yang dianjurkan meliputi:
1. Menjaga kebersihan diri
Cuci tangan dengan sabun sebelum makan, setelah bepergian, dan setelah terkena air hujan.
2. Pola makan seimbang
Mengonsumsi makanan bergizi untuk menjaga imunitas tetap optimal.
3. Tidur cukup dan olahraga rutin
Keseimbangan aktivitas fisik dan istirahat penting untuk menghindari infeksi musiman.
4. Memastikan lingkungan tetap kering
Rutin memeriksa bak mandi, talang air, pot tanaman, dan tempat lain yang berpotensi menjadi sarang jentik nyamuk.
Kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) yang dilakukan warga secara mandiri turut memberi dampak besar dalam menekan angka DBD.
Peran Kader Jumantik dan Fasilitas Pemerintah
Dinkes Bandung menilai aktivitas kader Jumantik di RW yang melakukan pemeriksaan rutin titik genangan dan kontainer air—memberi kontribusi signifikan. Populasi jentik cenderung turun karena masyarakat semakin disiplin menerapkan PSN.
Selain itu, fasilitas olahraga terbuka yang dibangun Pemkot Bandung melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) juga membantu masyarakat menjaga kebugaran tubuh meski hujan sering turun.
Layanan Puskesmas Masih Normal Tanpa Lonjakan Pasien
Dinas Kesehatan memastikan seluruh puskesmas di Kota Bandung beroperasi normal. Hingga pertengahan November, belum ada laporan lonjakan kunjungan pasien yang berkaitan dengan penyakit musim hujan.
Jika terjadi peningkatan kasus, puskesmas akan melaporkan secara real-time agar dapat ditangani dengan cepat.
Warga Bandung Diminta Tetap Siaga dan Tidak Menyepelekan Gejala
Dinkes menegaskan bahwa masyarakat harus segera memeriksakan diri jika mengalami gejala seperti demam tinggi, batuk berkepanjangan, atau luka yang terpapar air banjir. Tindakan cepat sangat penting untuk mencegah komplikasi.
Jika ingin update tentang hal di sekitar bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com

