sekitarbandung.com – Bupati Bandung, Dadang Supriatna, memberikan klarifikasi penting mengenai pemberitaan seputar program barak militer untuk pembinaan pelajar bermasalah yang digagas oleh Gubernur Jawa Barat. Klarifikasi ini muncul setelah sejumlah media dianggap menyampaikan informasi secara tidak utuh, sehingga menimbulkan kesalahpahaman publik.
Table of Contents
ToggleKomitmen Pemkab Bandung terhadap Program Barak Militer
Dadang menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menolak program barak militer. Bahkan, Pemerintah Kabupaten Bandung telah menyiapkan lokasi khusus di Yonif 330 Nagreg sebagai antisipasi pelaksanaan program tersebut. Ia menyatakan kesiapan pemda dalam mendukung upaya pembinaan karakter generasi muda melalui pendekatan disiplin dan nasionalisme.
“Perlu saya tegaskan bahwa saya tidak menolak program pembinaan pelajar bermasalah di barak militer. Kami sudah menyiapkan lokasi di Yonif 330 Nagreg,” kata Dadang.
Baca Juga: Sidang Gugatan Lisa Mariana: 5 Fakta Terbaru di PN Bandung
Magrib Mengaji sebagai Tahap Awal Pembinaan
Sebelum melangkah ke pendekatan barak militer, Dadang menawarkan solusi awal berupa program Magrib Mengaji. Menurutnya, program ini mampu membentuk karakter dan moral anak melalui pendekatan nilai-nilai agama dan peran sosial masyarakat.
“Sebelum sampai pada tahap pengiriman ke barak, anak-anak dapat dibina melalui pendekatan nilai-nilai keagamaan dan kedekatan sosial,” ujarnya.
Insentif Besar untuk Guru Ngaji
Pemkab Bandung telah menyalurkan insentif sebesar Rp109 miliar per tahun kepada lebih dari 17.000 guru ngaji. Program ini sudah berjalan sejak awal masa jabatan Dadang sebagai bupati dan disebut sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi guru ngaji dalam pembinaan moral generasi muda.
Pendidikan Karakter di Sekolah
Selain Magrib Mengaji, Pemkab Bandung telah menerapkan tiga muatan lokal di jenjang TK, SD, dan SMP, yaitu:
- Pendidikan Pancasila dan UUD 1945
- Pendidikan Bahasa dan Budaya Sunda
- Pendidikan Mengaji dan Hafalan Al-Qur’an
Guru ngaji juga diundang langsung ke sekolah untuk mengajarkan akhlak dan spiritualitas.
Seruan Menjaga Kondusifitas dan Tidak Termakan Framing
Dadang mengimbau masyarakat agar tidak mudah tergiring oleh framing media yang tidak utuh. Ia menekankan pentingnya kerja sama antara orang tua, sekolah, dan pemda untuk membentuk generasi berakhlakul karimah.
“Mari kita tetap menjaga suasana yang kondusif dan fokus pada tujuan bersama membentuk generasi Kabupaten Bandung yang berakhlakul karimah,” pungkasnya.
Sumber: Tribun Jabar
Untuk informasi lebih lengkap seputar pemerintahan dan pendidikan di Bandung Raya, terus ikuti berita terbaru hanya di sekitarbandung.com

