Program Dekarbonisasi Kilang Pertamina Dorong Efisiensi Energi & Capai Target 2025

sekitarbandung.com – Program dekarbonisasi Kilang Pertamina semakin menunjukkan hasil konkret seiring upaya perusahaan memperkuat efisiensi energi dan inovasi teknologi untuk menekan emisi karbon dari operasional

Aracely Azwa

Program Dekarbonisasi Kilang Pertamina

sekitarbandung.com – Program dekarbonisasi Kilang Pertamina semakin menunjukkan hasil konkret seiring upaya perusahaan memperkuat efisiensi energi dan inovasi teknologi untuk menekan emisi karbon dari operasional kilang. Hingga Oktober 2025, langkah ini berhasil mencatatkan pengurangan emisi sekitar 390 ribu metric ton CO₂e, melampaui target tahunan yang ditetapkan sebesar 370 ribu metric ton CO₂e. Capaian tersebut menggambarkan keseriusan perusahaan dalam mendukung agenda Net Zero Emission (NZE) 2060 atau lebih cepat.

Pjs. Corporate Secretary Kilang Pertamina Internasional (KPI), Milla Suciyani, menjelaskan bahwa pencapaian ini merupakan hasil penerapan strategi dekarbonisasi berbasis efisiensi operasional serta pengembangan teknologi ramah lingkungan dalam seluruh aktivitas kilang. Menurutnya, keberhasilan tersebut bukan hanya sekadar angka, tetapi bukti bahwa proses transformasi energi bersih telah berjalan dengan terukur.

Mengapa Program Dekarbonisasi Kilang Pertamina Penting?

1. Mendukung Ketahanan Energi Nasional

Transisi menuju energi rendah karbon tidak dapat dilepaskan dari peran perusahaan energi dalam menjaga stabilitas pasokan. Program dekarbonisasi Kilang Pertamina dirancang agar efisiensi energi tetap sejalan dengan kebutuhan produksi.

Dengan pengurangan emisi yang signifikan, industri kilang dapat tetap memenuhi permintaan nasional tanpa mengabaikan tanggung jawab lingkungan.

2. Kontribusi Nyata ke Target NZE 2060

Indonesia telah mencanangkan target NZE 2060 atau lebih cepat. Perusahaan besar seperti Pertamina memiliki kontribusi besar dalam mencapai target tersebut melalui efisiensi energi, penerapan energi bersih, dan pengelolaan emisi.

KPI menjadi salah satu unit Pertamina yang paling agresif dalam memperkuat aksi tersebut, khususnya melalui sektor operasional kilang yang sebelumnya dikenal sebagai salah satu penyumbang emisi terbesar.

Baca Juga: bank bjb Dukung UMKM: Economics 360 Bandung dan Penghargaan Binaan

Langkah Strategis dalam Program Dekarbonisasi Kilang Pertamina

Efisiensi Energi sebagai Fondasi Utama

Efisiensi energi menjadi kunci dalam mengurangi jejak karbon industri kilang. Pertamina mendorong perbaikan unit operasi, peningkatan kinerja peralatan, serta penerapan sistem pengawasan real-time untuk meminimalkan pemborosan energi.

Program efisiensi ini juga melibatkan perawatan preventif, pembaruan teknologi, dan penyempurnaan sistem pemanas maupun pembangkit internal di seluruh unit kilang.

Pemanfaatan Teknologi Flare Gas Recovery System (FGRS)

Salah satu teknologi unggulan yang diterapkan Pertamina adalah Flare Gas Recovery System (FGRS). Melalui sistem ini, gas sisa yang biasanya dibakar di flare kini dimanfaatkan kembali sebagai energi. Hal ini tidak hanya mengurangi emisi, tetapi juga menjaga penggunaan bahan bakar agar lebih hemat dan efisien.

FGRS berkontribusi besar dalam menekan emisi yang berasal dari aktivitas pembakaran gas buang, yang merupakan salah satu sumber karbon terbesar di industri kilang.

Pengembangan Energi Terbarukan di Area Kilang

Program dekarbonisasi Kilang Pertamina semakin kuat dengan pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Energi bersih ini mulai dioperasikan di berbagai kilang, seperti:

  • Kilang Balikpapan

  • Kilang Dumai

  • Kilang Plaju

  • Kilang Cilacap

  • Kilang Balongan

Total kapasitas PLTS telah mencapai 12,37 MWp dan mampu menurunkan emisi lebih dari 3.500 ton CO₂e per tahun. Selain ramah lingkungan, penggunaan listrik tenaga surya juga menurunkan beban biaya operasional.

Penggunaan Gas Bumi sebagai Bahan Bakar Alternatif

Gas bumi memiliki emisi lebih rendah dibandingkan bahan bakar kilang tradisional. Dalam program dekarbonisasi Kilang Pertamina, penggunaan gas diperluas untuk menggantikan refinery fuel oil, sehingga proses operasional menjadi lebih efisien dan ramah lingkungan.

Langkah ini juga selaras dengan prinsip ESG (Environment, Social & Governance), yang menjadi standar operasi global dalam industri energi.

Inovasi sebagai Kunci Keberlanjutan

Melalui pengembangan teknologi, integrasi energi terbarukan, serta optimalisasi proses produksi di seluruh unit operasi, Pertamina menunjukkan bahwa transformasi energi tidak hanya sekadar kewajiban, tetapi juga menjadi strategi jangka panjang perusahaan.

Komitmen ini bukan hanya untuk memenuhi regulasi, tetapi juga melindungi lingkungan dan memastikan masa depan industri energi yang lebih berkelanjutan.

Dampak Positif Program Dekarbonisasi Bagi Industri dan Masyarakat

1. Pengurangan Emisi yang Terukur

Keberhasilan mencapai 390 ribu metric ton CO₂e hingga Oktober 2025 membuktikan bahwa strategi dekarbonisasi memberikan dampak signifikan dalam memperbaiki kualitas lingkungan.

2. Efisiensi Operasional Kilang

Inovasi energi menghasilkan penggunaan sumber daya yang lebih hemat, sehingga menekan biaya produksi dan meningkatkan daya saing perusahaan.

3. Penguatan Citra Indonesia di Mata Dunia

Dengan aktif mendukung energi bersih, Pertamina memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang serius menjalankan transisi energi.

4. Peningkatan Kesadaran Lingkungan

Program ini secara tidak langsung ikut mendorong perubahan paradigma di industri minyak dan gas untuk lebih peduli terhadap ekosistem berkelanjutan.

Prospek Program Dekarbonisasi Kilang Pertamina ke Depan

Melihat capaian hingga Oktober 2025, KPI optimis target akhir tahun akan terlampaui. Langkah pengembangan PLTS, optimalisasi FGRS, dan efisiensi energi akan terus diperluas ke lebih banyak unit operasi.

Pertamina juga terus menyiapkan roadmap jangka panjang untuk memperkuat implementasi teknologi rendah karbon sebagai bagian dari transformasi energi nasional.

Program dekarbonisasi Kilang Pertamina menjadi bukti nyata bahwa industri energi di Indonesia dapat mengurangi emisi tanpa mengganggu operasional. Penerapan teknologi modern, efisiensi energi, dan penggunaan energi terbarukan merupakan pilar utama yang akan terus diperkuat.

Dengan langkah yang konsisten, Pertamina tidak hanya mendukung target NZE 2060, tetapi juga membantu menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.

Jika ingin update tentang hal di sekitar bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com

Related Post

Tinggalkan komentar