Program Magotisasi Sampah Kota Bandung Dinilai Solusi Berkelanjutan oleh DPRD

sekitarbandung.com – Program Magotisasi Sampah Kota Bandung mendapat perhatian DPRD Kota Bandung. Anggota Komisi III DPRD Kota Bandung, Nunung Nurasiah, menilai program pengolahan sampah organik

Aracely Azwa

Program Magotisasi Sampah Kota Bandung

sekitarbandung.com – Program Magotisasi Sampah Kota Bandung mendapat perhatian DPRD Kota Bandung. Anggota Komisi III DPRD Kota Bandung, Nunung Nurasiah, menilai program pengolahan sampah organik ini menjanjikan dan bisa menjadi solusi berkelanjutan jika dikelola dengan perencanaan matang. Program ini memanfaatkan maggot untuk mengolah sampah organik menjadi pakan atau produk lain yang bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan.

Keunggulan Program Magotisasi Sampah Kota Bandung

Menurut Nunung Nurasiah, program magotisasi sampah organik memberikan solusi inovatif untuk menekan volume sampah kota. “Model sekarang ada magotisasi, harus dipikirkan magotnya harus diapakan supaya berkesinambungan. Jangan sampai program itu di awal semangat, tapi di akhir ada permasalahan,” ujarnya pada Kamis (20/11/2025).

Program ini juga mendukung prinsip ekonomi sirkular: sampah organik yang diolah menjadi pakan maggot dapat dimanfaatkan kembali untuk pertanian urban, peternakan, atau sebagai pupuk kompos.

Baca Juga: Dua Pengendara Motor Tewas dalam Kecelakaan Maut di Jalan Soekarno Hatta Bandung

Tantangan Penanganan Sampah Kota Bandung

Nunung menyoroti adanya tumpukan sampah akibat pembatasan kuota pembuangan ke TPA Sarimukti. Ia menekankan perlunya solusi jangka pendek untuk mengatasi penumpukan sampah di titik-titik kritis. Mesin pemotong sampah yang telah ada di beberapa kecamatan dianggap cukup efektif, meskipun jumlahnya terbatas.

“Insinerator sudah tidak boleh, tapi mesin pemotong sampah ini efektif. Ke depan, jumlahnya harus ditingkatkan agar penanganan sampah lebih cepat dan tuntas,” jelas Nunung.

Edukasi dan Kolaborasi untuk Program Magotisasi

Selain teknologi, edukasi kepada masyarakat sangat penting. Pemilahan sampah di sumber, seperti program “sampah tidak dipilah tidak diangkut,” perlu ditingkatkan melalui sosialisasi dan inovasi.

Pertumbuhan jumlah penduduk Kota Bandung memperparah masalah sampah. Oleh karena itu, kolaborasi antara Pemkot, DPRD, petugas lapangan, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program magotisasi.

Program Magotisasi Sampah Kota Bandung menunjukkan inovasi berkelanjutan dalam penanganan sampah organik. Dengan dukungan teknologi, edukasi masyarakat, dan pengelolaan hasil maggot yang baik, program ini dapat menjadi solusi jangka panjang untuk menciptakan Kota Bandung yang bersih, sehat, dan produktif.

Jika ingin update tentang hal di sekitar Bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com

Related Post

Tinggalkan komentar