Program Makan Bergizi Gratis Bandung: Pemkot Pastikan Tetap Berjalan dan Awasi Psikologis Siswa

sekitarbandung.com – Pemerintah Kota Bandung memastikan program Makan Bergizi Gratis Bandung (MBG) terus berjalan meski sempat menghadapi penolakan sebagian warga. Program nasional ini bertujuan meningkatkan

Aracely Azwa

Program Makan Bergizi Gratis Bandung

sekitarbandung.com – Pemerintah Kota Bandung memastikan program Makan Bergizi Gratis Bandung (MBG) terus berjalan meski sempat menghadapi penolakan sebagian warga. Program nasional ini bertujuan meningkatkan gizi anak sekolah serta memperkuat kesejahteraan sosial masyarakat melalui distribusi makanan bergizi secara rutin.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa pemerintah sudah melakukan komunikasi dengan warga di titik yang menolak keberadaan dapur MBG. Dialog terbuka menjadi cara efektif untuk mencari jalan tengah tanpa menghambat pelayanan publik.

“Pendekatan dialogis terbukti efektif, seperti yang sudah kami lakukan di Turangga. Komunikasi adalah kunci utama agar program Makan Bergizi Gratis Bandung berjalan lancar tanpa gangguan,” kata Farhan di Balai Kota Bandung, Senin (10/11/2025).

Penyesuaian Teknis Dapur MBG di Lapangan

Pemkot Bandung melalui perangkat wilayah kini tengah melakukan penyesuaian teknis agar setiap dapur MBG bisa memenuhi standar nasional, namun tetap menyesuaikan dengan kondisi lingkungan sekitar.

“Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis Bandung tidak hanya menjalankan instruksi pusat, tapi juga memperhatikan kenyamanan masyarakat sekitar. Semua dapur MBG harus beroperasi sesuai standar higienitas,” tegas Farhan.

Pemerintah juga memastikan rantai distribusi bahan pangan melibatkan UMKM dan petani lokal, sehingga manfaat ekonomi bisa dirasakan secara langsung oleh warga Bandung.

Langkah Pemkot Bandung Setelah Arahan Presiden

Menindaklanjuti arahan Presiden pascaledakan di salah satu sekolah di Jakarta, Pemkot Bandung akan memperketat pengawasan psikologis siswa di seluruh sekolah negeri maupun swasta. Upaya ini bertujuan mencegah potensi gangguan mental akibat tekanan lingkungan, media sosial, atau kebiasaan digital berlebihan.

“Dinas Kesehatan telah memetakan potensi gangguan psikologis pada pelajar, termasuk dampak negatif dari penggunaan gadget dan game online yang berlebihan,” jelas Farhan.

Data hasil pemetaan itu akan diserahkan kepada Dinas Pendidikan untuk menjadi dasar penyusunan program pencegahan dan penanganan masalah psikologis siswa.

Sinergi Antar Dinas untuk Cegah Gangguan Mental Siswa

Pemkot Bandung menegaskan pentingnya sinergi antara Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, dan Dinas Sosial untuk menjaga keseimbangan antara fisik dan mental siswa. Guru dan tenaga pendidik juga akan dibekali pelatihan agar mampu mengenali tanda-tanda gangguan psikologis sejak dini.

“Sekolah bukan hanya tempat belajar, tapi juga ruang pembentukan karakter dan kesehatan mental. Kami ingin setiap sekolah memiliki sistem pemantauan siswa yang berkelanjutan,” ujar Farhan.

Baca Juga: Sekolah Rakyat Bandung Kejar Lahan Permanen, Dinsos Pastikan 250 Siswa Tetap Belajar

Program MBG Dorong Gizi Anak dan Ekonomi Lokal

Selain memperkuat sektor pendidikan, program Makan Bergizi Gratis Bandung juga berperan dalam mendukung ekonomi lokal. Pasokan bahan makanan diprioritaskan dari pelaku usaha kecil menengah di Bandung dan sekitarnya, menciptakan ekosistem ekonomi yang saling menguntungkan.

Program MBG menjadi contoh sinergi antara kebijakan nasional dan kebutuhan daerah. Dengan pengawasan ketat dan dukungan masyarakat, Pemkot Bandung optimistis target gizi pelajar dapat tercapai secara menyeluruh.

Jika ingin update tentang hal di sekitar Bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com 

Related Post

Tinggalkan komentar