Sekitarbandung.com – Bayangkan ada seorang peramal membaca tanggal lahirmu dan menyebutkan kelebihan serta kekurangan yang kamu miliki.
Seketika kamu merinding, membatin, dan mempertanyakan bagaimana peramal tersebut bisa mengetahui sisi positif maupun negatif dalam dirimu.
Rasa merinding itu sebenarnya bisa muncul karena berbagai mekanisme psikologis yang membuat seseorang merasa ramalan tersebut sangat akurat.
Bagi orang awam, ucapan peramal mungkin terlihat sangat sakti. Padahal dalam dunia psikologi, terdapat sebuah eksperimen terkenal yang berhasil membongkar fenomena tersebut.
Psikolog Bertram Forer Lakukan Eksperimen
Pada tahun 1948, psikolog Bertram Forer melakukan sebuah eksperimen.
Ia meminta murid-muridnya untuk mengisi tes kepribadian. Namun diam-diam, Forer mengabaikan jawaban mereka.
Setelah itu, ia membagikan satu lembar hasil deskripsi kepribadian yang sama persis kepada seluruh peserta.
Hasilnya, sekitar 85 persen murid mempercayai bahwa hasil tes tersebut sangat akurat menggambarkan diri mereka.
Forer Effect
Fenomena tersebut dikenal sebagai Forer Effect, yaitu kondisi ketika seseorang merasa sebuah ramalan atau deskripsi kepribadian sangat cocok dengan dirinya, padahal kalimat yang digunakan bersifat umum dan dapat berlaku untuk banyak orang.
Hal ini terjadi karena manusia cenderung menyukai validasi. Ketika membaca kalimat yang terdengar positif dan relevan, otak sering kali menganggapnya sebagai gambaran yang spesifik tentang dirinya.
Baca Juga: Gaokao, Tes Akademik Paling Epic di China untuk Bisa Masuk ke PTN
Confirmation Bias
Ketika keyakinan itu mulai terbentuk, otak secara otomatis menyaring informasi yang dianggap mendukung. Fenomena ini disebut sebagai Confirmation Bias.
Otak akan mencari berbagai pengalaman yang dianggap sesuai dengan isi ramalan, misalnya mengingat keberhasilan tertentu sebagai bukti memiliki bakat memimpin.
Di sisi lain, seseorang juga dapat menghubungkan pengalaman ragu atau galau sebagai bukti bahwa ramalan tersebut benar. Akibatnya, berbagai informasi yang ada terasa saling mendukung dan membuat peramal tampak akurat.
Bisa Nyata
Ramalan tanggal lahir memang bisa terlihat menjadi nyata. Misalnya, karena percaya bahwa dirinya cocok menjadi pemimpin, seseorang menjadi lebih berani berbicara dan mengambil inisiatif di tempat kerja.
Ramalan tersebut tampak terwujud bukan karena angka kelahiran yang memiliki kekuatan khusus, melainkan karena perubahan perilaku yang dilakukan oleh orang yang mempercayainya.
Jadi, bisa saja ramalan tanggal lahir pada dasarnya tidak memiliki kekuatan apa pun selain efek sugesti.
Keajaiban yang sesungguhnya mungkin terletak pada cara kerja otak manusia, yang sangat piawai dalam mencari makna dan pola di tengah berbagai ketidakpastian kehidupan.
Baca Juga: Inilah Alasan Mengapa Teh Manis Dianggap Sebagai Sang Obat dari Segala Penyakit

