Sekda Herman Ingatkan Relawan Kebencanaan, Keberanian Saja Tidak Cukup

sekitarbandung – Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman mengingatkan relawan kebencanaan agar tidak hanya mengandalkan keberanian ketika menjalankan tugas kemanusiaan. Menurutnya, relawan juga membutuhkan

nathanael gihon

Sekda Herman Ingatkan Relawan Kebencanaan, Keberanian Saja Tidak Cukup

sekitarbandung – Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman mengingatkan relawan kebencanaan agar tidak hanya mengandalkan keberanian ketika menjalankan tugas kemanusiaan. Menurutnya, relawan juga membutuhkan pengetahuan, pengalaman, keterampilan, dan kemampuan membaca situasi agar tindakan di lapangan tetap aman dan efektif.

Pesan tersebut disampaikan Herman saat menjadi Pembina Upacara sekaligus membuka Jambore Relawan Kebencanaan Tahun 2026 di Kampung Bamboo, Cimenyan, Kabupaten Bandung, Sabtu, 12 September 2026. Kegiatan ini menjadi ruang untuk memperkuat kapasitas relawan dalam menghadapi berbagai kondisi kebencanaan.

Sekda Herman Tekankan Kapasitas Relawan Kebencanaan

Sekda Herman menilai keberanian merupakan modal awal, tetapi belum cukup untuk menghadapi situasi bencana yang memiliki risiko tinggi. Relawan perlu memahami kondisi lapangan sebelum memberikan pertolongan agar keselamatan diri dan masyarakat tetap menjadi perhatian.

Ia mendorong peningkatan kemampuan relawan dalam sejumlah bidang. Di antaranya search and rescue, kesehatan, logistik, serta keterampilan lain yang berkaitan dengan penanganan bencana.

Menurut Herman, kapasitas tersebut penting karena relawan dapat menghadapi situasi berbeda dalam setiap kejadian. Kondisi di lapangan dapat berubah sehingga keputusan yang diambil harus berdasarkan pemahaman dan kemampuan yang memadai.

Selain keterampilan teknis, Herman juga menekankan pentingnya deteksi dini dan lapor dini. Informasi mengenai potensi bahaya perlu diketahui secepat mungkin agar langkah penanganan dapat dilakukan secara tepat dan terukur.

Baca juga:Bazar Murah Utama Bandung Hadir di 30 Kecamatan, Beras dan Minyak Paling Diminati

Sekda Herman Dorong Relawan Pahami Situasi

Dalam menghadapi situasi kebencanaan yang kompleks, Herman mengajak relawan memahami konsep VUCA. Konsep tersebut digunakan untuk menggambarkan kondisi yang berubah cepat, tidak pasti, kompleks, dan penuh ambiguitas.

Herman juga mendorong relawan menggunakan prinsip 5W+1H ketika membaca situasi. Pendekatan tersebut dapat membantu relawan mengidentifikasi apa yang terjadi, siapa yang terlibat, di mana lokasi kejadian, kapan berlangsung, mengapa terjadi, dan bagaimana langkah yang harus dilakukan.

Dengan pemahaman tersebut, relawan diharapkan tidak terburu-buru bertindak tanpa informasi yang cukup. Setiap keputusan perlu mempertimbangkan kondisi aktual serta potensi risiko yang dapat muncul selama proses pertolongan.

Herman turut menekankan pentingnya bekerja berbasis data dan pendekatan ilmiah. Menurutnya, metode tersebut diperlukan agar bantuan yang diberikan efektif dan sekaligus menjaga keselamatan relawan maupun masyarakat yang dibantu.

Baca juga:Wali Kota Bandung Ajak Warga Berdoa untuk 5 Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda

Jambore Relawan Kebencanaan Perkuat Kesiapan

Jambore Relawan Kebencanaan 2026 berlangsung pada 11 hingga 13 September 2026. Kegiatan tersebut diikuti 453 peserta, sementara jumlah peserta dan pendamping mencapai sekitar 550 orang.

Pelaksanaan jambore menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapan relawan melalui pembelajaran dan peningkatan kapasitas. Forum tersebut juga dapat menjadi ruang untuk mempertemukan relawan dari berbagai latar belakang dalam kegiatan kebencanaan.

Pesan Herman menempatkan keselamatan sebagai bagian penting dalam tugas kerelawanan. Relawan harus mampu membantu masyarakat tanpa mengabaikan risiko yang juga dapat mengancam dirinya sendiri.

Kesiapan menghadapi bencana tidak hanya berkaitan dengan keberanian untuk turun ke lapangan. Pengetahuan, pengalaman, keterampilan teknis, serta kemampuan membaca keadaan menjadi bekal yang dibutuhkan sebelum relawan mengambil tindakan.

Pendekatan berbasis data juga membantu relawan memahami keadaan secara lebih objektif. Informasi yang diperoleh dari lapangan dapat menjadi dasar menentukan prioritas pertolongan dan langkah yang sesuai dengan kebutuhan.

Hal itu menjadi penting karena penanganan bencana membutuhkan kerja sama, komunikasi, dan ketepatan mengambil keputusan. Relawan perlu memahami batas kemampuan, mengikuti prosedur, serta berkoordinasi dengan pihak berwenang agar operasi berlangsung tertib dan keselamatan tetap terjaga.

Melalui penguatan kapasitas tersebut, relawan diharapkan mampu menjalankan perannya secara lebih terukur. Mereka tidak hanya hadir ketika bencana terjadi, tetapi juga memahami pentingnya deteksi, pelaporan, serta koordinasi sejak potensi bahaya diketahui.

Jambore yang berlangsung di Cimenyan menjadi momentum untuk mengingatkan kembali bahwa kerja kerelawanan membutuhkan kesiapan. Semangat membantu harus berjalan bersama kompetensi agar setiap tindakan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Herman menegaskan bahwa relawan perlu terus belajar dan meningkatkan kemampuan. Dengan bekal yang memadai, tugas kemanusiaan dapat dilakukan secara lebih aman, efektif, dan bertanggung jawab di tengah kondisi bencana yang dinamis.
Sumber: jabarprov.go.id

Related Post

Tinggalkan komentar