sekitarBANDUNGcom – Perkembangan teknologi digital saat ini bukan hanya cepat, tapi revolusioner. Di tengah arus transformasi digital global, tokoh publik nasional Subchan Daragana menegaskan bahwa generasi muda wajib menguasai dunia digital jika ingin menjadi pemimpin dan pemenang di masa depan. Pesan kuat ini ia sampaikan dalam acara silaturahmi bersama komunitas Jemari di Kota Cimahi, Jawa Barat, pada 17 Juli 2023.
“Kita ini sedang berada di titik balik peradaban. Generasi muda hari ini adalah para arsitek masa depan. Pertanyaannya: mau jadi penonton, atau pemain?” — Subchan Daragana
Acara yang dipenuhi oleh anak-anak muda dari berbagai latar belakang ini menjadi momen reflektif sekaligus inspiratif. Subchan, yang akrab disapa Mang Gana, tidak hanya berbicara tentang tantangan, tetapi juga membuka mata banyak orang terhadap potensi besar dunia digital — dari pendidikan, karir, hingga peran strategis anak muda dalam pembangunan bangsa.
Mengapa Generasi Muda Harus Melek Digital?
Menurut Subchan Daragana, ada sepuluh alasan utama mengapa pemuda Indonesia harus segera menguasai dunia digital. Berikut penjelasannya:
1. Kemajuan dan Perubahan Teknologi
Teknologi tidak menunggu siapa pun. Inovasi terus bermunculan, dan yang tidak siap akan tertinggal. Generasi muda adalah segmen yang paling potensial untuk beradaptasi cepat dan mendorong transformasi digital lebih lanjut.
2. Kemudahan Akses Informasi
Internet dan platform digital memungkinkan kita mengakses pengetahuan tanpa batas. Dari kursus online, tutorial, jurnal akademik hingga konten inspiratif — semua bisa didapatkan hanya dengan satu klik.
3. Peluang Pendidikan dan Karir
Lapangan kerja masa kini dan masa depan hampir selalu melibatkan teknologi. Menguasai perangkat lunak, analisis data, atau pemasaran digital menjadi nilai tambah yang sangat dicari oleh perusahaan dan institusi.
4. Konektivitas Sosial Global
Dunia digital membuka ruang dialog lintas batas. Anak muda bisa belajar dari komunitas internasional, membangun jejaring global, hingga kolaborasi dengan berbagai kalangan, dari pelaku kreatif hingga startup dunia.
5. Pemberdayaan Individu
Dunia digital memberi kesempatan kepada siapa pun untuk bersuara dan berkarya. Baik melalui vlog, blog, media sosial, atau platform digital lainnya, anak muda bisa memengaruhi perubahan sosial secara nyata.
6. Inovasi dan Kreativitas
Digitalisasi memfasilitasi ide kreatif dan inovasi tanpa batas. Banyak inovasi teknologi dan startup sukses bermula dari ide anak muda yang berani mengeksplorasi potensi digital.
7. Adaptasi Terhadap Ekonomi Digital
Subchan menekankan bahwa digitalisasi telah melahirkan ekonomi baru — mulai dari gig economy, e-commerce, hingga fintech. Anak muda yang paham digital akan lebih siap menghadapi dinamika pasar yang cepat berubah.
8. Solusi atas Tantangan Global
Perubahan iklim, krisis energi, hingga pandemi global adalah tantangan dunia. Teknologi digital dapat digunakan untuk merancang solusi inovatif, mulai dari aplikasi kesehatan, sistem monitoring, hingga platform edukatif.
9. Efisiensi dan Produktivitas
Dengan perangkat digital, aktivitas sehari-hari menjadi lebih efisien. Belajar, bekerja, bahkan berorganisasi kini bisa dilakukan lebih produktif dari mana saja.
10. Mempersiapkan Masa Depan Profesional
Persaingan kerja semakin ketat. Digital skill bukan lagi pilihan, tapi keharusan. Anak muda yang mahir digital akan memiliki posisi tawar lebih tinggi di dunia kerja dan wirausaha.
Baca Juga : Subchan Daragana Ajak Suarakan Dukungan Palestina di Medsos, Hindari Hoaks!
Siapa Subchan Daragana?
Bagi yang belum mengenalnya, Subchan Daragana adalah figur penting di kalangan aktivis muda dan pelaku industri kreatif. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Umum Karang Taruna Provinsi Jawa Barat dan kini menjadi salah satu Ketua Karang Taruna Nasional. Tak hanya aktif di bidang sosial, ia juga dikenal sebagai pengusaha sukses yang memimpin PT Angga Sarana Media, perusahaan advertising dengan puluhan billboard di berbagai kota besar di Indonesia.
Reputasinya sebagai tokoh muda yang vokal terhadap isu digitalisasi anak muda menegaskan kredibilitasnya. Ia berbicara bukan hanya dari teori, tetapi dari pengalaman membangun bisnis di tengah era digital.
Refleksi dan Arah ke Depan
Di tengah pesatnya digitalisasi, banyak generasi muda justru masih menjadi penonton. Padahal, kesempatan untuk menjadi pemain utama terbuka lebar — asal mau belajar, berkembang, dan beradaptasi.
Ajakan Subchan Daragana bukan sekadar pesan moral, tetapi peringatan strategis. Tanpa literasi digital yang baik, anak muda akan kesulitan bersaing. Namun sebaliknya, mereka yang menguasai digital akan menjadi motor penggerak perubahan sosial, ekonomi, dan budaya.
Saatnya Bergerak, Bukan Diam
“5 tahun ke depan, generasi kalian yang akan menjadi penentu dan pengendali peradaban.” — Subchan Daragana
Pesan ini bukan sekadar retorika. Ini panggilan nyata untuk para pemuda Indonesia: jangan takut teknologi, kuasai dan manfaatkan. Bangun personal branding, kembangkan bisnis digital, ikut komunitas IT, atau ambil kursus online — semua ada di ujung jari Anda.
Saatnya generasi muda bukan hanya menjadi pengguna, tetapi pencipta di era digital.
Baca Juga : Subchan Daragana dan Dilema Pilwalkot Bandung 2024: Antara Dorongan Publik dan Fokus Legislatif

