Subchan Daragana Ajak Masyarakat Indonesia Terus Suarakan Dukungan untuk Palestina di Media Sosial
“Jangan berhenti suarakan dukungan kita kepada Palestina di Medsos, agar terus menggema dan beritanya tidak redup.”
– Subchan Daragana
Apakah suara kita di media sosial benar-benar bisa mengguncang dunia? Bagi tokoh Jawa Barat, Subchan Daragana, jawabannya adalah ya. Dalam pernyataan terbarunya, ia menegaskan bahwa dukungan masyarakat Indonesia terhadap Palestina harus terus digaungkan, khususnya melalui platform media sosial. Tidak hanya sebagai bentuk solidaritas, tapi juga sebagai cara efektif membangun kesadaran global atas genosida yang sedang terjadi di Palestina.
Senjata Moral di Era Digital
Di era digital seperti sekarang, media sosial telah menjadi medan perjuangan moral. Berita, opini, dan gerakan sosial dapat menyebar dalam hitungan detik, menjangkau jutaan orang lintas benua. Subchan Daragana memandang platform seperti Instagram, Twitter, TikTok, dan Facebook sebagai alat penting untuk memperjuangkan isu kemanusiaan Palestina.
“Hayu terus viralkan. Karena seperti kita pahami bersama, dengan terus menggaungkan hal itu, mata dunia akan terbuka dan akan tercipta kesadaran global tentang betapa kejamnya Israel yang sedang melakukan genosida,” ungkap Subchan saat diwawancarai media pada 10 November 2023.
Pernyataan ini menegaskan bahwa dunia membutuhkan lebih dari sekadar diplomasi—dunia perlu suara rakyat, terutama dari negara dengan populasi Muslim terbesar seperti Indonesia.
Dari Indonesia untuk Dunia
Bayangkan jika 200 juta warga Indonesia secara konsisten menyuarakan dukungan terhadap Palestina setiap harinya di dunia maya. Subchan menyebut ini sebagai bentuk “influence” kolektif yang sangat besar pengaruhnya. Ia percaya, apabila masyarakat terus mengangkat isu ini, maka tidak hanya warga Indonesia yang akan terpengaruh, tetapi juga komunitas internasional.
“Bayangkan ratusan juta masyarakat Indonesia terus gaungkan dukung kemerdekaan Palestina setiap hari. Sebarkan fakta kondisi Palestina yang sedang dijajah Israel. Sudah pasti akan berdampak kepada banyak pihak,” ujarnya.
Pernyataan ini mencerminkan pemahaman mendalam akan mekanisme viralitas informasi dan pengaruh sosial digital. Subchan memberikan perspektif dari pengalaman sebagai tokoh masyarakat yang aktif dalam isu sosial dan kemanusiaan.
Baca Juga : Subchan Daragana dan Dilema Pilwalkot Bandung 2024: Antara Dorongan Publik dan Fokus Legislatif
Hindari Hoax, Sebarkan Kebenaran
Namun, seiring dengan semangat menyuarakan dukungan, Subchan juga mengingatkan masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi hoaks atau berita yang belum terverifikasi. Dalam perjuangan moral seperti ini, kredibilitas informasi menjadi sangat penting agar tidak menjadi bumerang atau bahan propaganda pihak yang tidak bertanggung jawab.
“Tentu harus menyebarkan berita yang terverifikasi dan tidak hoax. Tampung berita dari sumber yang terpercaya. Bisa dari media berita, atau dari orang-orang yang benar-benar terlibat seperti Pemerintah, Bang Onim, dan Kang Husein,” pungkasnya.
Ini menunjukkan kepedulian dan akurasi informasi—dua unsur penting dalam membangun opini publik yang sehat dan berdaya guna.
Bukan Sekadar Tren, Tapi Komitmen Kemanusiaan
Satu hal yang kerap terjadi di media sosial adalah cepatnya masyarakat berpindah isu. Hari ini membicarakan Palestina, esok bisa beralih ke tren baru. Subchan mengingatkan agar dukungan terhadap Palestina tidak hanya bersifat musiman, tetapi menjadi bagian dari komitmen jangka panjang dalam membela hak asasi manusia dan kemerdekaan bangsa tertindas.
Melalui konsistensi, edukasi publik, serta pendekatan empatik, masyarakat bisa membantu menjaga sorotan terhadap pelanggaran hak asasi manusia di Gaza, yang kerap kali direduksi hanya sebagai konflik politik semata.
Mengapa Indonesia Penting dalam Isu Palestina?
Indonesia sejak lama memiliki sikap politik luar negeri yang tegas mendukung kemerdekaan Palestina. Dukungan ini bukan hanya bersifat simbolik, tapi juga didasarkan pada amanat konstitusi UUD 1945 yang menyatakan bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa.
Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, suara Indonesia memiliki bobot moral dan diplomatik yang kuat. Dukungan dari masyarakat Indonesia—baik di dunia nyata maupun digital—mampu memberikan tekanan global dan membuka ruang untuk solusi damai dan berkeadilan bagi rakyat Palestina.
Jangan Diam, Suarakan!
Dukungan untuk Palestina tidak harus selalu dalam bentuk bantuan fisik atau kebijakan negara. Satu postingan, satu story, satu twit yang terverifikasi dan penuh empati bisa menjadi bagian dari perjuangan besar. Seperti yang dikatakan Subchan Daragana, “Jangan berhenti suarakan dukungan kita kepada Palestina di Medsos.”
Kini saatnya bertanya pada diri sendiri: Apakah kita hanya akan menjadi penonton penderitaan, atau ikut berjuang dengan suara yang kita miliki?
Mari gunakan media sosial untuk membela keadilan. Karena diam adalah bentuk lain dari pembiaran.
Baca Juga : Jangan Bawa Harta Haram Ke Keluargamu, Pesan Subchan Daragana Saat Kunjungan Ke Al Muflihun

