Sekitarbandung.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menargetkan seluruh Rukun Warga (RW) di Kota Bandung mampu mengolah minimal 25 kilogram sampah organik per hari.
Target tersebut disampaikan oleh Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, saat menghadiri kegiatan Siskamling Siaga Bencana di Kelurahan Babakan Surabaya, Kecamatan Kiaracondong, pada Senin (2/3/2026).
Farhan menjelaskan bahwa pihaknya akan mengukur sejauh mana program Petugas Pemilah dan Pengolah Sampah (GASLAH) berjalan selama satu tahun, termasuk melihat ada atau tidaknya perubahan perilaku di masyarakat.
“Saya akan ukur setelah satu tahun program ini berjalan. Apakah ada perubahan perilaku di masyarakat atau tidak? Targetnya masyarakat mampu memilah dan mengolah sampahnya sendiri,” ujarnya.
Baca Juga: Farhan Ajak Warga Kota Bandung Ubah Perilaku Mengolah Sampah
Diketahui saat ini pengolahan sampah organik oleh GASLAH berada pada rata-rata 20 kilogram per hari per RW dan angka tersebut dinilai masih perlu ditingkatkan menjadi 25 kilogram per hari per RW.
Menurut Farhan, Menteri Lingkungan Hidup telah mengapresiasi program GASLAH dan berencana menjadikannya sebagai model percontohan nasional, meskipun validitas data masih menjadi perhatian.
Lebih lanjut, Farhan optimistis membawa capaian Bandung ke tingkat kementerian dan nasional sebagai model pengelolaan sampah berbasis masyarakat hingga dilirik oleh Presiden.
“Nantinya 100 persen RW se-Kota Bandung bisa mengolah minimal 25 kilogram per hari. Saya akan bawa ke kementerian dan Presiden,” pungkasnya.
Baca Juga: Kota Bandung Terima Kunjungan Kerja Menteri Lingkungan Hidup RI, Jawab Tantangan Sampah dengan Aksi

