Trauma Massal Usai 502 Siswa di Bandung Barat Keracunan MBG

sekitarbandung.com – Tragedi keracunan massal yang menimpa 502 siswa di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), meninggalkan dampak psikologis mendalam. Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bandung

Acsyara Aulia

Trauma Massal Usai 502 Siswa Keracunan MBG

sekitarbandung.com – Tragedi keracunan massal yang menimpa 502 siswa di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), meninggalkan dampak psikologis mendalam.

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bandung Barat, Pither Tjuandys, mengungkapkan bahwa sejumlah siswa yang ia jenguk di posko dan rumah sakit mengaku trauma dan enggan lagi mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Trauma ini diperparah lantaran keracunan di Bandung Barat telah terjadi hingga tiga kali dengan ribuan korban.

Pihak orang tua korban bahkan mendesak agar program MBG dihentikan total karena pengawasan di lapangan dinilai sudah tidak benar.

Pither Tjuandys menjelaskan, pengakuan trauma dari siswa didapatnya langsung saat menjenguk korban di Posko SMP Negeri 1 Cisarua dan RSUD Lembang.

“Mereka ngomong langsung, ada yang bilang trauma ada yang bilang tidak mau lagi makan MBG,” kata Pither, Kamis (16/10/2025).

Legislator Partai Demokrat itu menambahkan, rasa trauma dan keengganan ini sangat beralasan.

Kasus keracunan MBG di Cisarua, yang terjadi pada Selasa (14/10/2025) dengan sajian berupa nasi, daging ayam, sayur, dan buah, hanyalah rentetan dari insiden serupa yang sebelumnya terjadi di Cipongkor dan Cihampelas.

“Sebetulnya hal ini yang kita khawatirkan,” ungkap Pither.

DPRD KBB memastikan kasus ini menjadi perhatian serius.

Pither menyatakan, pihaknya akan segera menggelar pertemuan dengan Bupati Jeje Ritchie Ismail dan pihak eksekutif untuk membahas dan mendorong evaluasi menyeluruh penyelenggaraan MBG di Bandung Barat.

“Tentu ini akan kita sampaikan ke Bupati Jeje atau eksekutif, kita mendorong adanya evaluasi menyeluruh agar hal semacam ini tidak terulang, pada prinsipnya ini kan program yang baik buat anak-anak kita,” tandasnya.

Orang Tua Korban Minta Program MBG Dihentikan

Rasa khawatir yang meluas juga dirasakan oleh para orang tua.

Aang Kurniawan (46), ayah dari siswi kelas VIII SMP Negeri 1 Cisarua yang menjadi korban, mengaku tidak akan lagi mengizinkan putrinya mengonsumsi MBG.

“Anak saya kelas VIII, tadi gejala keracunannya pusing, mual, lemes, perutnya sakit, gemetaran. Bahkan sekarang masih gemetaran,” kata Aang.

Aang menegaskan, rentetan kasus keracunan ini telah membuat para orang tua khawatir.

Ia mengingat jelas kejadian di Cipongkor dan Cihampelas.

Aang bahkan mendesak pemerintah untuk menghentikan program MBG, karena menilai pengawasan di lapangan sudah tidak benar dan insiden terus berulang.

Hal serupa disampaikan Jajang Mulyana.

Baca juga : Sengketa Panjang Tanah Bandung Zoo Belum Berakhir

Ia mengaku trauma setelah dua putrinya—satu kelas XI SMK Negeri 1 Cisarua dan satu kelas 4 SD Negeri 1 Garuda Cisarua—mengalami gejala mual, pusing, dan tubuh bergetar akibat keracunan.

“Saya trauma pak, kalau ada MBG lagi ya, tidaklah pak, tolak ajalah. Tidak diizinkan, soalnya ini anak dua duanya keracunan,” ujarnya, khawatir keracunan akan kembali terjadi di hari-hari mendatang.

Jika ingin update tentang hal di sekitar bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com

Related Post

Tinggalkan komentar