Udara Bandung Terasa Lebih Dingin pada Malam hingga Pagi, Ini Sebabnya

sekitarbandungcom – Udara Bandung terasa lebih dingin pada malam hingga pagi, terutama saat musim kemarau. Kondisi tersebut bukan sekadar perasaan warga. Pada 15 September 2026,

rizal habibi

Udara Bandung Terasa Lebih Dingin pada Malam hingga Pagi, Ini Sebabnya
Udara Bandung terasa lebih dingin pada malam hingga pagi, terutama saat musim kemarau. Kondisi tersebut bukan sekadar perasaan warga.

sekitarbandungcom – Udara Bandung terasa lebih dingin pada malam hingga pagi, terutama saat musim kemarau. Kondisi tersebut bukan sekadar perasaan warga.

Pada 15 September 2026, BMKG Bandung mencatat suhu minimum 17,4 derajat Celsius dan menyebut kondisi itu normal pada musim kemarau.

Udara Bandung Terasa Lebih Dingin pada Malam hingga Pagi

Dingin biasanya semakin terasa setelah tengah malam dan menjelang subuh. Di Solokanjeruk, Kabupaten Bandung, embun masih terlihat pada pagi hari dan mulai menghilang setelah matahari terbit.

BMKG menilai penurunan suhu pada periode kemarau merupakan fenomena yang dapat terjadi secara alami.

Karakter geografis Bandung membuat sensasi dingin berbeda antara satu kawasan dengan kawasan lainnya.

Pengaruh Monsun Australia terhadap Suhu Udara Bandung

Salah satu faktor penting adalah Monsun Australia. Ketika Australia memasuki musim dingin, tekanan udara yang relatif tinggi dapat mendorong massa udara bergerak menuju Indonesia.

Aliran tersebut membawa massa udara yang relatif lebih kering dan dingin. BMKG menjelaskan bahwa udara dari Australia melewati perairan yang relatif lebih dingin sebelum mencapai Indonesia.

Kombinasi aliran udara tersebut dengan kondisi musim kemarau membantu membuat malam hingga pagi terasa lebih dingin.

Tutupan Awan Berkurang Saat Musim Kemarau

Musim kemarau umumnya disertai berkurangnya awan dan hujan di sejumlah wilayah Jawa. Langit yang lebih cerah memengaruhi keseimbangan energi di permukaan bumi.

Awan dapat membantu menahan sebagian radiasi gelombang panjang yang dipancarkan permukaan bumi.

Ketika tutupan awan sedikit, panas yang dilepaskan permukaan lebih mudah diteruskan ke atmosfer bagian atas.

Inilah salah satu alasan malam dengan langit cerah sering terasa lebih dingin daripada malam yang banyak awan.

Pelepasan Panas dari Permukaan Bumi pada Malam Hari

Setelah matahari terbenam, permukaan bumi tidak lagi menerima pemanasan langsung dari matahari.

Namun, tanah, bangunan, dan permukaan lain tetap melepaskan energi melalui radiasi gelombang panjang.

Pada kondisi atmosfer yang kering dan minim awan, energi tersebut lebih mudah lepas.

Suhu dapat terus turun selama malam dan mencapai kondisi terendah menjelang pagi.

Karena itu, periode sebelum matahari terbit sering menjadi waktu ketika sensasi dingin paling kuat dirasakan masyarakat.

baca juga : MBG Bandung Barat, Sampel Makanan Cipeundeuy Diuji di Labkesda

Ketinggian dan Topografi Bandung Memengaruhi Suhu

Kondisi geografis ikut membentuk perbedaan suhu di Bandung. Kota dan kawasan sekitarnya memiliki variasi ketinggian, termasuk wilayah yang lebih tinggi di bagian utara.

Secara umum, daerah dengan elevasi lebih tinggi cenderung mempunyai suhu udara lebih rendah dibandingkan kawasan yang lebih rendah.

Wilayah dekat persawahan, ruang terbuka, atau dataran tinggi dapat terasa lebih dingin. Angin, kelembapan, tutupan awan, dan karakter permukaan juga memengaruhi kondisi suhu setempat.

Kondisi Lingkungan dan Vegetasi di Kota Bandung

Penelitian Rosleine dan Irfani dalam Jurnal Sumberdaya Hayati membahas hubungan vegetasi dengan kondisi suhu Kota Bandung.

Studi tersebut mencatat tutupan vegetasi sekitar 20,72 persen dan suhu udara malam pada lokasi pengamatan berkisar 20,5 hingga 24,9 derajat Celsius.

Penelitian itu juga menemukan bagian utara Bandung cenderung memiliki udara lebih sejuk karena tutupan vegetasinya lebih tinggi.

Mengapa Udara Terasa Lebih Dingin Menjelang Pagi?

Penurunan suhu malam berlangsung karena permukaan bumi terus kehilangan energi setelah matahari terbenam.

Saat langit relatif cerah, pelepasan panas dapat berlangsung lebih efektif.

Suhu kemudian dapat mencapai titik minimum menjelang matahari terbit, lalu meningkat ketika sinar matahari kembali memanaskan permukaan.

Sensasi dingin seseorang juga tidak selalu sama dengan angka pada alat pengukur.

Angin, kelembapan, pakaian, lokasi, dan aktivitas tubuh dapat memengaruhi rasa dingin.

Karena itu, suhu satu wilayah tidak otomatis menggambarkan kondisi seluruh Bandung.

Fenomena Udara Dingin Bersifat Musiman

BMKG menggunakan istilah bediding untuk menggambarkan perubahan suhu yang mencolok, khususnya pada awal musim kemarau.

Kondisi dingin dapat terasa sejak malam hingga pagi, sementara siang hari justru terasa panas. Fenomena tersebut umum terjadi pada periode puncak kemarau, terutama sekitar Juli hingga September.

Dengan demikian, udara Bandung yang lebih dingin pada malam dan pagi dapat dipahami sebagai bagian dari dinamika musim.

Kondisi tersebut tidak otomatis menunjukkan adanya gangguan cuaca atau kejadian luar biasa.

Hal yang Perlu Diperhatikan Masyarakat Saat Suhu Menurun

Masyarakat dapat menyesuaikan aktivitas malam dan pagi dengan kondisi suhu setempat.

Menggunakan pakaian sesuai kebutuhan, menjaga kondisi tubuh, dan memperhatikan perubahan cuaca merupakan langkah sederhana.

Informasi suhu dan prakiraan cuaca sebaiknya merujuk pada sumber resmi BMKG.

Pemantauan tetap penting karena musim kemarau juga dapat berkaitan dengan kekeringan, berkurangnya ketersediaan air, dan peningkatan risiko kebakaran lahan.

Memahami penyebab udara dingin membantu masyarakat membedakan fenomena musiman dari kondisi cuaca yang membutuhkan kewaspadaan lebih lanjut.

baca juga : Jadwal Sholat Bandung Hari Ini Jumat 11 September 2026, Lengkap dari Subuh hingga Isya

Tags

Related Post

Tinggalkan komentar