Demi Kenyamanan Warga, Wali Kota Bandung Dorong Warga untuk Olah Sampah Organik

Sekitarbandung.com – Demi kenyamanan warga, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa sampah organik yang dikumpulkan di tingkat rukun warga (RW) harus segera diolah. Hal

Dicky Wicaksono

Demi Kenyamanan Warga, Wali Kota Bandung Dorong Warga untuk Olah Sampah Organik (Instagram/@bdg.dlh)
Demi Kenyamanan Warga, Wali Kota Bandung Dorong Warga untuk Olah Sampah Organik (Instagram/@bdg.dlh)

Sekitarbandung.com – Demi kenyamanan warga, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa sampah organik yang dikumpulkan di tingkat rukun warga (RW) harus segera diolah.

Hal tersebut dilakukan agar tidak menimbulkan bau, keluhan masyarakat, dan persoalan hukum lingkungan di Kelurahan Pasanggrahan, pada Rabu (7/1/2025).

Hal tersebut ia sampaikan saat kegiatan Siskamling Siaga Bencana sebagai respons atas meningkatnya volume sampah organik di lingkungan permukiman yang dinilai perlu penanganan cepat dan terukur agar tidak menimbulkan dampak berkepanjangan.

Farhan menyebut setiap rukun warga harus mampu memilah dan mengumpulkan minimal 25 kilogram sampah organik per hari sebagai upaya pengurangan beban lingkungan yang berkelanjutan serta bagian dari tanggung jawab bersama di tingkat komunitas.

“Di sini ada 15 rukun warga. Kalau masing-masing bisa mengumpulkan 25 kg/hari berarti ada sekitar 375 kg/hari. Dan itu harus jelas diolah di mana serta bagaimana,” ujarnya.

Baca Juga: Mulai 12 Januari 2026 Kota Bandung Akan Hadapi Tumpukan Sampah 200 Ton/Hari, Begini Cara Pemkot Atasi Permasalahannya

Menurutnya, satu hal yang penting digabungkan di tingkat rukun warga dan kelurahan bisa mengolah lebih dari 300 kg/hari dan tidak ditumpuk agar tidak memicu masalah kesehatan dan lingkungan.

“Yang penting digabungkan di tingkat rukun warga dan kelurahan bisa mengolah lebih dari 300 kg/hari dan tidak ditumpuk,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Farhan meminta lurah dan pengurus rukun warga mencatat pengelolaan sampah secara terukur, baik volume harian maupun bulanan, sebagai dasar evaluasi dan pengambilan kebijakan ke depan.

Data yang dihimpun menunjukkan beberapa rukun warga mampu mengolah hingga 675 kilogram sampah organik per bulan atau sekitar 22 kilogram per hari yang dinilai sudah mendekati target ideal.

“Dengan capaian itu target 25 kilogram per hari sangat wajar, yang penting setelah dikumpulkan harus langsung diolah,” pungkasnya.

Baca Juga: Produksi Sampah di Kota Bandung Meningkat 30% Selama Nataru 2025-2026

Related Post

Tinggalkan komentar