Wajib Tahu! Setelah 17 Tahun, Terminal Cicaheum Bandung Bakal Ditutup & Dialihkan

sekitarBANDUNGcom, Bandung, 24 Juli 2024 – Perubahan signifikan dalam sistem transportasi publik Kota Bandung akan segera terjadi. Terminal Cicaheum, yang selama ini dikenal sebagai salah

sekitarBANDUNGcom, Bandung, 24 Juli 2024 – Perubahan signifikan dalam sistem transportasi publik Kota Bandung akan segera terjadi. Terminal Cicaheum, yang selama ini dikenal sebagai salah satu ikon dan pintu gerbang utama bagi angkutan bus antarkota antarprovinsi (AKAP) maupun antarkota dalam provinsi (AKDP) terutama untuk rute timur, bakal dialihkan operasionalnya ke Terminal Leuwipanjang. Rencana ini merupakan bagian dari megaproyek Bus Rapid Transit (BRT) Bandung Raya yang telah lama diwacanakan.

 

Kepala Terminal Cicaheum Konfirmasi Wacana Pengalihan

Kepala Terminal Cicaheum, Roni Hermanto, seperti dilansir dari TribunJabar, membenarkan bahwa kabar mengenai pembangunan BRT Bandung Raya yang akan berdampak pada terminal yang dipimpinnya memang telah ia dengar. Namun, ia sendiri belum bisa memastikan detail waktu pelaksanaannya. “Tapi, secara fix-nya kapan dibangun, saya pun tak tahu dan itu bukan kapasitas saya,” kata Roni, Rabu (24/7/2024).

Roni juga menegaskan bahwa untuk fungsi Terminal Cicaheum nantinya, ia belum mengetahui apakah operasionalnya bakal dipindah dan digabung sepenuhnya ke Terminal Leuwipanjang, atau akan ada fungsi lain yang tetap dipertahankan di lokasi Cicaheum saat ini. Ambigu ini mengindikasikan bahwa perencanaan detail masih dalam tahap pembahasan di level yang lebih tinggi, kemungkinan di tingkat pemerintah pusat atau provinsi yang bertanggung jawab atas proyek BRT.

 

Perjalanan Panjang Wacana BRT Bandung Raya dan Perubahan Terminal

Rencana pembangunan Terminal Cicaheum telah lama menjadi pembahasan di kalangan pemangku kepentingan transportasi Bandung. Wacana ini termasuk yang sempat disampaikan saat Ridwan Kamil masih menjabat sebagai Wali Kota Bandung dan kemudian Gubernur Jawa Barat. Ide ini muncul seiring dengan terus meningkatnya kepadatan lalu lintas di Kota Bandung dan kebutuhan akan sistem transportasi massal yang lebih efisien dan modern.

BRT Bandung Raya sendiri adalah konsep transportasi publik yang bertujuan untuk mengurai kemacetan dan meningkatkan mobilitas di kawasan Bandung Raya. Sistem ini umumnya melibatkan jalur khusus bus, halte modern, dan jadwal yang teratur, menjadikan bus sebagai tulang punggung transportasi yang cepat dan andal. Untuk mewujudkan BRT ini, restrukturisasi dan optimalisasi terminal eksisting menjadi sangat penting, dan Terminal Cicaheum yang strategis di wilayah timur kota menjadi salah satu titik yang akan terdampak. Lahan di Cicaheum kemungkinan akan dialihfungsikan menjadi bagian dari infrastruktur BRT, seperti stasiun transit atau depo.

Baca juga : Jenazah KMP Tunu Pratama Jaya Dipulangkan: 6 Korban Tewas Diberangkatkan ke Banyuwangi

Peran Penting Terminal Cicaheum dan Dampak Pengalihan

Terminal Cicaheum memang sudah lama menjadi ikon penting transportasi di Bandung, selain Terminal Leuwipanjang di sisi barat. Terminal ini melayani sejumlah besar trayek AKAP dan AKDP, khususnya yang melayani arah timur (menuju Garut, Tasikmalaya, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur). Bagi warga Priangan Timur dan para pendatang dari arah timur yang sering beraktivitas di Bandung, Terminal Cicaheum adalah gerbang utama.

Jika pengalihan operasional ini benar-benar terjadi, dampaknya akan terasa signifikan bagi ribuan penumpang dan operator bus. Penumpang dari arah timur mungkin harus menempuh perjalanan lebih jauh ke Terminal Leuwipanjang di sisi barat kota, yang bisa menambah waktu dan biaya perjalanan mereka. Demikian pula bagi operator bus, mereka harus menyesuaikan rute dan logistik, yang bisa menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi operator kecil. Namun, di sisi lain, pengalihan ini diharapkan dapat mengoptimalkan efisiensi BRT dan mengurangi kemacetan di area Cicaheum yang padat.

Tampak atas suasana Terminal Cicaheum di Bandung dengan sejumlah bus berbagai warna terparkir rapi. Pepohonan dan bangunan terlihat di sekitar area terminal di bawah langit mendung.

Kesiapan Terminal Leuwipanjang dan Harapan Masyarakat

Terminal Leuwipanjang, sebagai tujuan pengalihan, adalah terminal tipe A yang saat ini melayani rute AKAP dan AKDP arah barat (menuju Jakarta, Banten, Sumatera, dll). Pertanyaan besar muncul, apakah Terminal Leuwipanjang memiliki kapasitas infrastruktur yang memadai untuk menampung seluruh operasional dari Terminal Cicaheum sekaligus? Peningkatan jumlah bus, penumpang, dan aktivitas pendukung lainnya memerlukan perencanaan yang matang agar tidak memicu kepadatan baru di Leuwipanjang.

Masyarakat Bandung Raya tentu berharap agar proses pengalihan ini dapat berjalan mulus dan transparan. Komunikasi yang jelas dari pemerintah mengenai jadwal, rute alternatif, dan fasilitas di terminal baru sangat krusial untuk meminimalkan kebingungan dan dampak negatif pada mobilitas harian. Wacana pembangunan dan penataan transportasi publik ini adalah bagian dari upaya Bandung untuk menjadi kota yang lebih modern dan efisien, namun membutuhkan kerja sama dan pemahaman dari semua pihak terkait.

Baca juga : Warga Bandung Wajib Tahu! 7 Tips Parkir Paralel Anti Gagal di Jalanan Padat

Tags

Related Post

Tinggalkan komentar