sekitarbandung.com – Jelang penyelenggaraan West Java Investment Summit 2025 atau WJIS 2025 yang rencananya akan digelar November 2025, Dinas Pananaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jabar, Bank Indonesia Jawa Barat, dan Bank BJB, telah menyelenggarakan West Java Investment Roadshow atau WJIR 2025.
Di ajang roadshow WJIR 2025 yang berlangsung di Jakarta pada 23 September 2025, tercatat sejumlah proyek besar menarik minat para investor, di antaranya proyek pengembangan kawasan Bandara Kertajati, LRT Kabupaten Bandung, dan proyek penerangan jalan.
Menurut Kepala DPMPTSP Jabar, Dedi Taufik, di ajang WJIR 2025 di Jakarta, diperkenalkan 16 proyek di Jawa Barat, dimana 10 proyek di antaranya adalah proyek unggulan dari daerah yang terpilih dari hasil West Java Investment Challenge (WIJC) 2025 yang dilaksanakan pada Juli di Bogor.
Sedangkan pengembangan kawasan Bandara Kertajati merupakan proyek utama yang tengah disiapkan Jabar sebagai bagian dari pengembangan Kawasan Rebana.
Ajang WJIR 2025 di Jakarta merupakan rangkaian menuju penyelenggaraan WJIS 2025 yang akan dilaksanakan pada November 2025. Sebelum ajang roadshor WJIR 2025 telah pula dilaksanakan ajang WJIS 2025 pada bulan Juli di Bogor.
Ajang WJIC 2025 di Bogor adalah menentukan 10 proyek unggulan yang diajukan kota/kabupaten di Jawa Barat dan akhirnya terpilih 10 proyek dengan nilai total investasi mencapai Rp 24,67 triliun. Nantinya 10 proyek yang terpilih itu, akan dijajakan kepada investor di ajang WJIS 2025.
Kertajati dan LRT Kabupaten Bandung Diminati Investor
Kepala DPMPTSP Jabar Dedi Taufik mengatakan bahwa roadshow tersebut menjadi forum strategis yang mempertemukan perwakilan pemerintah pusat dan daerah, perbankan, lembaga keuangan internasional, perwakilan diplomatik, serta investor nasional dan global untuk mengeksplorasi peluang investasi yang ditawarkan Jabar.
Menurutnya, ada 16 proyek investasi prioritas dengan total nilai investasi yang ditawarkan dengan nilai strategis pada sektor agribisnis, infrastruktur perkotaan, energi, dan kawasan pengembangan.
“Antusiasme investor tercermin dari penandatanganan sebanyak 27 Letter of Intent (LOI) sebagai bentuk komitmen awal untuk menjajaki peluang investasi di Jabar,” kata Dedi Taufik.
Di ajang rodshow digelar pertemuan langsung antara investor dan pemegang proyek dalam sebuah one-on-one meeting.
Dari hasil ajang one-on-one meeting, menurut Dedi Taufik, memperlihatkan tingginya minat investor di berbagai sektor strategis terutama di kawasan BIJB Kertajati.
Sedangkan di bidang infrastruktur perkotaan, beberapa perusahaan besar seperti PT Mitsui Indonesia, Len Railway System, Siemens Mobility tertarik pada proyek transportasi massal dan penerangan jalan.
Dari 16 proyek yang ditawarkan, ada satu proyek transportasi massal yakni proyek LRT Kabupaten Bandung dengan nilai investasi mencapai Rp 16 triliun.
Baca juga : Junction Gedebage, Simpul Transportasi Baru Bandung
Di sektor properti, Real Kaiten Consultancy & Investments Singapore telah melakukan penandatanganan MOU dengan PT BIJB untuk berinvestasi pada beberapa proyek strategis milik BIJB Kertajati.
“Rencana investasi ini juga didukung pendanaannya oleh private equity asal Singapura, Cuushstone,” katanya.
Jika ingin update tentang hal di sekitar bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com

