Revolusi Transportasi! BRT Bandung Raya Akan Segera Dibangun, Menghubungkan 5 Daerah dengan 20 Jalur, Ditargetkan Beroperasi Penuh Tahun 2027

sekitarBANDUNGcom, Bandung, 26 Juli 2025 – Kabar gembira bagi seluruh warga Bandung Raya. Pembangunan proyek Bus Rapid Transit (BRT) Bandung Raya yang telah lama dinantikan,

Revolusi Transportasi! BRT Bandung Raya Akan Segera Dibangun, Menghubungkan 5 Daerah dengan 20 Jalur, Ditargetkan Beroperasi Penuh Tahun 2027
sumber foto ; bandung.go.id

sekitarBANDUNGcom, Bandung, 26 Juli 2025 – Kabar gembira bagi seluruh warga Bandung Raya. Pembangunan proyek Bus Rapid Transit (BRT) Bandung Raya yang telah lama dinantikan, akan segera direalisasikan. Proyek ambisius ini, yang dibiayai oleh Bank Dunia melalui pemerintah pusat, diharapkan akan mulai beroperasi secara penuh pada tahun 2027, membawa solusi jangka panjang untuk masalah kemacetan dan mobilitas di wilayah metropolitan tersebut.

 

Jadwal Pembangunan dan Kesiapan Infrastruktur

Pembangunan BRT Bandung Raya direncanakan akan dimulai pada tahun 2024 mendatang. Hal ini diungkapkan oleh Dhani Gumelar, Kepala Bidang Perkeretaapian dan Pengembangan Transportasi Dinas Perhubungan Jawa Barat, dalam sebuah acara yang diadakan di Balai Kota Bandung pada Rabu, 5 Juli 2023.

“Dalam tahun depan, yaitu tahun 2024, kita akan mulai mempersiapkan infrastruktur seperti jalur khusus, shelter, dan sarana pendukung lainnya karena BRT memerlukan infrastruktur khusus, sehingga proses pembangunannya memang akan memakan waktu yang cukup lama, sekitar tiga tahun,” jelas Dhani. Pernyataan ini memberikan gambaran jelas mengenai skala proyek yang membutuhkan perencanaan dan eksekusi matang.

BRT Bandung Raya akan menjadi sistem transportasi massal yang komprehensif, menghubungkan lima daerah utama di Jawa Barat, yaitu Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, dan Kabupaten Sumedang.

Revolusi Transportasi! BRT Bandung Raya Akan Segera Dibangun, Menghubungkan 5 Daerah dengan 20 Jalur, Ditargetkan Beroperasi Penuh Tahun 2027

Baca juga : Cara Dapat Subsidi Listrik Bandung untuk Pelanggan 450–900 VA, Cek Syaratnya!

20 Jalur BRT Menghubungkan Berbagai Titik Penting

Dhani Gumelar menjelaskan bahwa terdapat 20 jalur yang akan dilalui oleh BRT pada tahun 2026, yang dirancang untuk mengintegrasikan berbagai kawasan. Titik integrasi utama akan berada di Cimahi, Stasiun Padalarang, dan Stasiun Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) Tegalluar.

Berikut adalah daftar lengkap 20 jalur yang direncanakan:

  1. Kebon Kalapa – Cibiru (PP)
  2. Kebon Kalapa – Ledeng (PP)
  3. Leuwipanjang – Dago (PP)
  4. Leuwipanjang – Dago (via Dipatiukur) (PP)
  5. Elang – Riau (PP)
  6. Padjajaran – Antapani (PP)
  7. Cibaduyut – Alun-alun (PP)
  8. Stasiun Padalarang – Alun-alun (PP)
  9. Stasiun Cimahi – Cicaheum (PP)
  10. Ledeng – Terminal Antapani (PP)

Sistem BRT ini akan menggunakan 450 bus dan diperkirakan mampu menampung sekitar 238.277 penumpang dalam sehari.

 

Tahapan Operasional dan Dukungan Pemkot Bandung

Operasional BRT akan dilakukan secara bertahap. “Sebenarnya, kita juga akan melakukan uji coba untuk operasional lebih awal pada tahun 2025, namun hanya sekitar 50 persen dari keseluruhan. Kemudian pada tahun 2026, kita akan mencoba operasional sebesar 70 persen. Harapannya, pada tahun 2027, BRT sudah bisa beroperasi secara penuh, mencapai 100 persen,” lanjut Dhani.

Pembiayaan proyek ini akan melibatkan skema yang harus dikeluarkan oleh APBD Kota Bandung, dengan perkiraan Public Service Obligation (PSO) yang terus meningkat setiap tahunnya. Perkiraan PSO Kota Bandung adalah sebesar Rp 64,1 miliar pada tahun 2025, meningkat menjadi Rp 122,4 miliar pada tahun 2026, dan mencapai Rp 151,7 miliar pada tahun 2027.

Plh Wali Kota Bandung, Ema Sumarna, menyatakan bahwa Pemerintah Kota Bandung akan memberikan dukungan penuh untuk implementasi BRT, terutama terhadap isu-isu yang muncul di lapangan. “Kami akan melakukan pembenahan parkir di jalan, meningkatkan fasilitas pejalan kaki, mengatur pedagang kaki lima, menata pertokoan, dan pasar di sepanjang koridor,” ungkap Ema. Selain itu, Pemkot akan merevitalisasi terminal agar dapat digunakan sebagai start/end station BRT.

 

Pentingnya Rute Feeder dan Inklusivitas Layanan

Pemerintah Kota Bandung juga berfokus pada penambahan dan implementasi rute feeder BRT yang inklusif. Rute feeder ini dirancang sebagai pelengkap yang terintegrasi dengan rute utama BRT, sehingga tidak terjadi tumpang tindih dan dapat menjangkau lebih banyak wilayah.

“Rencana rute feeder dapat dijadikan sebagai proyek uji coba selama masa transisi, namun harus disesuaikan dengan implementasi rute BRT. Rute feeder harus terintegrasi menjadi satu sistem dengan rute BRT. Kami akan mendesain armada feeder yang mendukung inklusivitas dan keamanan bagi para pengguna,” ucap Ema. Desain armada yang inklusif ini menunjukkan komitmen untuk melayani seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.

Proyek BRT Bandung Raya adalah langkah besar menuju masa depan transportasi publik yang lebih efisien, terintegrasi, dan berkelanjutan. Dengan dukungan Bank Dunia dan kolaborasi lintas daerah, diharapkan proyek ini dapat menjadi solusi nyata untuk masalah mobilitas di Bandung Raya dan membawa dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi dan kualitas hidup warganya.

baca juga : Tips Hemat di Tengah Inflasi Bandung: Strategi Cerdas Hadapi Harga Sembako Naik

Related Post

Tinggalkan komentar