Sekitarbandung.com – Curah hujan yang sangat tinggi di Bandung belakangan ini membutuhkan kesiapan lingkungan yang lebih baik.
Melalui penghijauan, sumur resapan, kolam retensi, dan bangunan ramah air, Kota Bandung dapat menjadi lebih tangguh dalam menghadapi potensi banjir.
Masalah banjir bukan hanya soal sungai, melainkan juga menurunnya daya resap tanah. Masalah intinya antara lain sebagai berikut:
- Alih fungsi lahan mengurangi resapan air.
- Permukaan tanah semakin tertutup beton.
- Air hujan tidak terserap sehingga limpasan meningkat.
- Risiko banjir dan longsor pun semakin tinggi.
Solusi utama berupa mitigasi berbasis lingkungan dinilai menjadi kunci, seperti penghijauan wilayah rawan, pembangunan sumur resapan, kolam retensi, serta penerapan bangunan ramah air.
“Serap air dari sumbernya, bukan hanya alirkan ke sungai.”
Baca Juga: Sedia Payung Sebelum Hujan, Ikuti Tips Ini Agar Terhindar dari Penyakit Pascabanjir
Oleh karena itu, Pemerintah Kota Pemkot Bandung melalui unggahan akun Instagram @halobandung pada Minggu (8/2/2026), menghadirkan kolaborasi untuk mewujudkan Kota Tangguh Bencana melalui langkah-langkah berikut:
- Pemerintah, warga, dan pengembang bergerak bersama.
- Menjaga ruang hijau.
- Mengurangi betonisasi.
- Menanam pohon di lingkungan sekitar.
Upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran kolektif bahwa pencegahan banjir memerlukan peran semua pihak, tidak hanya pemerintah.
Dengan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan, Kota Bandung diharapkan dapat meminimalkan risiko banjir dan menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi masyarakat.
Baca Juga: Puncak Musim Hujan di Bandung Masih Berlangsung, Diperkirakan Berlangsung Hingga April 2026

