Sekitarbandung.com – Bryan Johnson, mantan CEO teknologi yang menjual perusahaannya senilai belasan triliun demi menjalankan satu misi gila, yaitu membunuh konsep kematian.
Bryan menciptakan “Project Blueprint”, yaitu sebuah eksperimen medis ekstrem yang bertujuan untuk memundurkan usia biologis tubuhnya kembali ke umur 18 tahun.
Biayanya mencapai Rp30 miliar per tahun. Rutinitasnya terbilang ekstrem, yaitu bangun pukul 05.00 pagi, berolahraga, mengonsumsi hampir 100 suplemen, dan menjalani diet 1.977 kalori dalam sehari.
Tidak sampai di situ, ia juga melakukan sauna, terapi cahaya merah, hingga Hyperbaric Oxygen Therapy.
Filosofinya radikal. Bryan menyerahkan hampir seluruh keputusan hidupnya pada algoritma medis, menghapus total kehendak bebas, insting, dan hawa nafsu manusiawinya.
Baca Juga: Jason Padgett, Pria yang Mendadak Jenius Setelah Dipukuli secara Brutal
Secara klinis, tubuhnya dipantau 24 jam sehari. Bryan menjalani MRI rutin, USG pada seluruh organ tubuh, hingga mengukur ereksi malamnya secara digital.
Bryan bahkan pernah mentransfusikan plasma darah dari anak kandungnya yang masih remaja ke tubuhnya sendiri. Sebuah eksperimen epigenetik yang kontroversial.
Hasil klinisnya luar biasa. Bryan sekarang diklaim memiliki jantung pria berusia 37 tahun, kulit berusia 28 tahun, dan kapasitas paru-paru berusia 18 tahun.
Namun, ada harga yang harus dibayar. Kehidupan sosialnya menjadi terbatas. Waktu bersama keluarga dan teman-temannya berkurang, dan ia sering menjadi bahan lelucon maupun kritik di media.
Di sisi lain, menurut para ilmuwan, bukti ilmiah dari proyek penelitian ini masih sangat lemah atau bersifat anekdotal dan pengujian lebih lanjut masih harus terus dilakukan.
Baca Juga: Kasus Pencurian Trofi Piala Dunia, Diselamatkan oleh Seekor Anjing!

