Cegah DBD Makin Parah! Pemkot Bandung Luncurkan Aplikasi Canggih untuk Deteksi Wabah Sejak Dini!

sekitarbandung.com – Kota Bandung merupakan daerah endemis demam berdarah dengue (DBD). Untuk mempercepat deteksi dini dan penanganan kasus DBD, Pemerintah Kota Bandung meluncurkan aplikasi Sistem Evaluasi

Acsyara Aulia

Cegah DBD Makin Parah! Pemkot Bandung Luncurkan Aplikasi Canggih untuk Deteksi Wabah Sejak Dini!

sekitarbandung.com – Kota Bandung merupakan daerah endemis demam berdarah dengue (DBD). Untuk mempercepat deteksi dini dan penanganan kasus DBD, Pemerintah Kota Bandung meluncurkan aplikasi Sistem Evaluasi dan Monitoring Penyakit Terintegrasi (Sempati).

“Pada 2024 tercatat 7.680 kasus DBD, sementara periode Januari – Juni 2025 sudah tercatat 1.653 kasus,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung Anhar Hadian, Rabu (2/7/2025).

Dia menuturkan, pencegahan kasus DBD memerlukan penguatan komitmen dan partisipasi masyarakat. Pemkot Bandung juga memanfaatkan teknologi informasi untuk penanganan kasus DBD, yakni dengan mengembangkan aplikasi Sempati.

Dengan aplikasi itu, dia berharap masyarakat bisa semakin terlindungi dari risiko penyakit menular seperti DBD, bahkan Tuberkulosis (TBC). “Ini hasil kolaborasi Dinkes dan Diskominfo, untuk memantau kasus secara real time dan mendukung tindakan cepat di lapangan,” katanya.

Kepala Seksi Pengelolaan Aplikasi Diskominfo Kota Bandung Arif Muhammad Rizal menjelaskan, aplikasi Sempati berguna untuk proses pencatatan, pemantauan, hingga pelaporan kasus DBD dan TBC. Aplikasi tersebut dirancang khusus buat internal Pemkot Bandung.

“Melalui teknologi digital seperti Sempati, kita bisa lebih cepat mendeteksi penyebaran penyakit dan segera melakukan langkah penanganan. Ini adalah bentuk nyata kolaborasi dan inovasi untuk kesehatan warga,” tutur Arif.

Dia menjelaskan, aplikasi Sempati memiliki kemampuan analisis geospasial untuk memetakan persebaran kasus penyakit hingga ke tingkat wilayah terkecil. Fitur tersebut memungkinkan intervensi cepat dan tepat sasaran di lokasi dengan tingkat risiko tinggi.

Baca juga : Di Bandung Barat, Angka Kasus DBD sampai Maret 2024 Capai 1040 Kasus dengan 9 Angka Kematian

Aplikasi itu, kata dia, membuat proses pelaporan jadi lebih efisien dengan akurasi data lebih tinggi, sehingga mendukung kebijakan berbasis data dan koordinasi lintas sektor dari tingkat wilayah, puskesmas, Dinkes, hingga pimpinan di Pemkot Bandung.

Manfaat lainnya, lanjut dia, ialah untuk deteksi wabah lebih awal, memperkecil penyebaran, memudahkan pengambilan keputusan yang tepat dan akurat. Selain itu, Sempati juga bisa mengintervensi fokus pada wilayah berisiko tinggi dan mengurangi beban administrasi petugas lapangan.

ika ingin update tentang hal di sekitar Bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com

Related Post

Tinggalkan komentar