Dekranasda Kota Bandung Dorong Kolaborasi untuk Perluas Pasar Produk UMKM

sekitarbandungcom – Dekranasda Kota Bandung didorong memperkuat kolaborasi antardaerah untuk membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk perajin dan pelaku usaha mikro, kecil, dan

nathanael gihon

Dekranasda Kota Bandung Dorong Kolaborasi untuk Perluas Pasar Produk UMKM

sekitarbandungcom – Dekranasda Kota Bandung didorong memperkuat kolaborasi antardaerah untuk membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk perajin dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM. Dorongan tersebut disampaikan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan dalam Rapat Kerja Daerah Dekranasda Jawa Barat 2026 di Kota Bandung, Selasa, 15 September 2026.

Forum tersebut dihadiri ketua Dekranasda dari 27 kabupaten dan kota se-Jawa Barat. Pertemuan itu menjadi ruang untuk membahas pengembangan produk sekaligus strategi memperluas pasar melalui hubungan yang lebih aktif antardaerah.

Dekranasda Kota Bandung Perkuat Kolaborasi Antarwilayah

Farhan mendorong kerja sama tidak berhenti pada pertemuan organisasi. Menurut dia, kolaborasi dapat diwujudkan melalui pertukaran pelaku usaha dan produk dari satu daerah ke daerah lain.

Dengan pola tersebut, pelaku UMKM memiliki kesempatan memperkenalkan produk di wilayah berbeda. Produk binaan daerah juga dapat memperoleh ruang promosi yang lebih luas melalui jejaring Dekranasda.

Farhan menyebut Galeri Dekranasda Kota Bandung sebagai salah satu ruang untuk memperkenalkan produk UMKM dari berbagai daerah. Sebaliknya, produk binaan Kota Bandung juga didorong untuk masuk dan diperkenalkan di daerah lain.

Ia menyebut Kota Banjar, Kabupaten Pangandaran, dan Kabupaten Indramayu sebagai sejumlah wilayah yang dapat menjadi pasar bagi produk Bandung.

Farhan berharap pengurus Dekranasda memiliki wadah komunikasi yang aktif. Fokusnya mencakup pengembangan produk atau product development dan pengembangan pasar atau market development.

Langkah tersebut diharapkan membuat hubungan antarpelaku usaha tidak hanya bersifat seremonial, tetapi berkembang menjadi kerja sama yang memberikan akses terhadap pasar dan peluang usaha.

Baca juga:Hasil Persib vs FC Seoul 1-0, Julio Cesar Bawa Maung Bandung Raih 3 Poin

Dekranasda Kota Bandung Dorong Pengembangan Produk dan Pembiayaan

Dalam kesempatan tersebut, Farhan juga mengaitkan pengembangan UMKM dengan kondisi pertumbuhan ekonomi Kota Bandung. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi sebelum pandemi Covid-19 berada sekitar 7,2 persen, sedangkan saat ini berada di kisaran 5,76 persen.

Menurut Farhan, pemulihan ekonomi tetap menjadi perhatian sehingga penguatan pelaku usaha perlu dilakukan melalui perluasan pasar, pengembangan produk, dan akses pembiayaan.

Dukungan pembiayaan bagi UMKM juga menjadi bagian yang disoroti. Pemkot Bandung sebelumnya mempertemukan lebih dari 100 calon penerima Kredit Usaha Rakyat atau KUR dengan komitmen pembiayaan sebesar Rp10,3 miliar.

Dari jumlah komitmen tersebut, realisasi pembiayaan yang disebutkan mencapai sekitar Rp2,4 miliar. Farhan menekankan pentingnya pelaku UMKM memiliki kemampuan pengelolaan usaha yang baik agar lebih bankable.

Pembenahan pembukuan, penyusunan rencana bisnis, serta pengelolaan keuangan menjadi bagian yang perlu diperhatikan pelaku UMKM untuk meningkatkan kesiapan memperoleh pembiayaan.

Baca juga:Hampir Tiap Pagi Bakar Sampah di Tepi Sungai, Warga Gedebage Mengeluh

Penguatan pasar juga diperlihatkan melalui kegiatan Rakerda Dekranasda Jawa Barat 2026. Setelah kegiatan, peserta mengunjungi Galeri Patrakomala milik Dekranasda Kota Bandung untuk melihat berbagai produk lokal.

Kunjungan tersebut menjadi kesempatan memperkenalkan produk Bandung kepada jaringan Dekranasda dari daerah lain. Ketua Dekranasda Kabupaten Tasikmalaya Retno Widysatuti menyebut kunjungan itu membuka peluang kerja sama dengan desainer dan pelaku usaha Kota Bandung.

Kolaborasi antardaerah dengan demikian tidak hanya berkaitan dengan promosi, tetapi juga dapat membuka ruang pertemuan antara pelaku usaha, perajin, desainer, dan jaringan pemasaran.

Bagi Dekranasda Kota Bandung, perluasan pasar menjadi bagian dari penguatan ekosistem UMKM. Produk lokal tidak hanya diarahkan untuk bertahan di pasar Kota Bandung, tetapi juga diperkenalkan kepada konsumen di wilayah Jawa Barat lainnya.

Farhan meminta kolaborasi tersebut terus dibangun melalui komunikasi aktif. Pengembangan produk dan pasar diharapkan berjalan beriringan sehingga pelaku UMKM memperoleh dukungan sesuai kebutuhan usahanya.

Rakerda Dekranasda Jawa Barat 2026 menjadi salah satu forum untuk memperkuat hubungan antardaerah. Kehadiran 27 kabupaten dan kota memberikan ruang pertukaran informasi mengenai potensi usaha, produk kerajinan, serta peluang pasar.

Dengan penguatan jejaring tersebut, Dekranasda Kota Bandung dapat berperan dalam mempertemukan produk lokal dengan pasar baru melalui kolaborasi yang lebih terarah.

Upaya ini juga memberi ruang bagi UMKM untuk membangun jaringan usaha yang lebih luas secara berkelanjutan.

Kolaborasi juga memberi pelaku usaha kesempatan memahami kebutuhan konsumen di daerah tujuan sebelum memperluas pemasaran.
Sumber:bandung.go.id

Tags

Related Post

Tinggalkan komentar