Sekitarbandung.com – Pengelolaan sampah di Pasar Gedebage saat ini mencapai rata-rata 20 ton per hari dengan menerapkan sistem terintegrasi dalam proses pengolahan sampah, sebagai upaya mengurangi timbunan limbah dan menjaga kebersihan lingkungan pasar.
Dilansir dari unggahan akun Instagram @halobandung pada Sabtu (13/12/2025), terdapat dua metode utama yang digunakan untuk mengolah sampah di Pasar Gedebage, yakni biodigester dan biodrying, yang disesuaikan dengan jenis sampah yang dihasilkan.
Metode biodigester digunakan untuk mengelola sampah organik atau sampah basah. Melalui proses ini, sampah diolah hingga menghasilkan end product berupa Pupuk Organik Cair (POC) yang dapat dimanfaatkan kembali.
Sementara itu, sampah padat diolah menggunakan metode biodrying yang menghasilkan end product berupa kompos padat, cocopit, dan coco fiber, sehingga sampah memiliki nilai guna dan tidak langsung berakhir sebagai residu.
Baca Juga: DLH Kota Bandung Larang Warga Buang Sampah B3 Sembarangan, Ini Imbauan yang Harus Dilakukan
Secara garis besar, perbedaan biodigester dan biodrying terletak pada jenis sampah yang diolah serta produk akhir yang dihasilkan.
Biodigester digunakan untuk mengolah sampah basah menjadi produk cair, sementara biodrying mengolah sampah padat menjadi produk berbentuk padat yang dapat dimanfaatkan kembali.
Pasar Gedebage merupakan pasar yang berlokasi di kawasan Bandung Timur, tepatnya di Kecamatan Gedebage, Kota Bandung.
Pasar ini dikenal memiliki aktivitas perdagangan yang cukup tinggi sehingga membutuhkan sistem pengelolaan sampah yang efektif dan berkelanjutan.

