Pertanian Jadi Gaya Hidup Baru di Kota Bandung? Begini Strategi Pemerintahnya!

sekitarbandung.com – Pemerintah Kota Bandung terus menunjukkan komitmennya dalam menyokong pertanian perkotaan sebagai salah satu fondasi utama ketahanan pangan di wilayahnya. Wakil Wali Kota Bandung,

Acsyara Aulia

Pertanian Jadi Gaya Hidup Baru di Kota Bandung? Begini Strategi Pemerintahnya!

sekitarbandung.com – Pemerintah Kota Bandung terus menunjukkan komitmennya dalam menyokong pertanian perkotaan sebagai salah satu fondasi utama ketahanan pangan di wilayahnya.

Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, menyatakan hal tersebut ketika hadir dalam acara perayaan Hari Krida Pertanian yang ke-53 tingkat kota Bandung di Sekemala Integrated Farm (Seinfarm) pada hari Sabtu, 21 Juni 2025.

Erwin menekankan bahwa pertanian di perkotaan jangan sampai diremehkan. Menurut pandangannya, bidang ini merupakan fondasi penting untuk memastikan keamanan pangan wilayah tersebut, seperti halnya dengan Kota Bandung.

Baca juga : 75% Sekolah Rusak di KBB, Bupati Jeje Janji Bereskan Hanya 47 Ruangan Tahun Ini

“Petani di Kota Bandung kuat, inovatif, dan selalu maju. Mereka adalah pahlawankah tanpa jubah; usaha mereka dapat kita nikmati setiap harinya di atas meja makan,” demikian disampaikan olehnya ketika mengemukakan pidato dari Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan.

Walau Bandung bukan termasuk kota pertanian dari segi luasan tanah yang tersedia, gairah masyarakatnya terhadap bercocok tanam tetap tinggi.

“Meskipun kami tak memiliki lahan yang luas, namun kami mempunyai tekad, teknologi, serta kreativitas. Ini sudah mencukupi untuk mengubah pertanian perkotaan menjadi kekuatan terbaru,” jelas Erwin.

Pada saat ini, Pemerintah Kota Bandung sudah menghasilkan berbagai program unggulan seperti Buruan SAE yang menggunakan lahan kosong di sekitar rumah warga dan Seinfarm sebagai contoh terintegrasi, selain itu juga mendukung pertanian dalam format digital.

Ia mengatakan bahwa mereka bertujuan untuk menciptakan sebuah sistem pertanian perkotaan yang mandiri, berkelanjutan, dan disukai oleh pemuda.

Pemerintah Kota Bandung turut mendukung partisipasi berbagai lini, seperti kalangan akademik, pengusaha, serta masyarakat umum. Ini bertujuan untuk memastikan kelangsungan pertanian perkotaan dengan mengakses teknologi, pembinaan, dan sistem penjualan.

Pemerintah Kota Bandung tidak hanya memberikan dukungan secara institusional, tetapi juga berperan aktif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menyayangi barang buatan lokal, membudidayakan tanaman di halaman rumah mereka, serta menghormati para petani.

“Tujuannya adalah agar pertanian menjadi elemen dari gaya hidup di perkotaan,” terang Erwin.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), Gin Gin Ginanjar menyampaikan bahwa peringatan tersebut merupakan momen berharga untuk memperingati dedikasi para petani.

“Hari Krida merupakan bentuk ucapan terima kasih dan apresiasi kami kepada para petani di Indonesia, termasuk mereka yang bertugas di perkotaan seperti di Bandung,” katanya.

Baca juga : Erwin Turun Langsung Temui PKL Cicadas! Satgas Yustisi Ubah Total Cara Penegakan Perda

Pada tahun ini, DKPP bertujuan untuk mendirikan sekitar 80 grup baru dari Buruan Sae, sebuah proyek pertanian perkotaan yang telah dibuktikan memiliki hasil yang baik.

“Hari ini kita memulai penyediaan fasilitas bagi 80 kelompok yang baru itu,” katanya.

Menurut dia, walaupun Bandung menghadapi keterbatasan lahan, sektor ini masih bertahan karena adanya ide-ide baru dan antusiasme para petani perkotaan.

“Para petani di Bandung memiliki ciri khas tersendiri; mereka kreatif serta tak kalah inovatif dibandingkan dengan para petani yang ada di daerah pedesaan,” ujarnya.

Jika ingin update tentang hal di sekitar bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com

Related Post

Tinggalkan komentar