sekitarbandung.com – Polban Panen Raya Berdikari Expo 2025 resmi digelar di Pendopo Politeknik Negeri Bandung (Polban) dengan menghadirkan tujuh inovasi riset unggulan dari kampus vokasi di Jawa Barat. Acara ini menjadi ajang pameran karya terapan yang berfokus pada ketahanan pangan, teknologi robotik, dan inovasi ramah lingkungan seperti daur ulang keong.
Polban Panen Raya Berdikari Expo 2025 Tampilkan Inovasi Unggulan
Kegiatan Polban Panen Raya Berdikari Expo 2025 melibatkan berbagai kampus vokasi di bawah Konsorsium Jabar–Banten, di antaranya Politeknik Manufaktur Bandung, Sekolah Vokasi IPB, Politeknik Media Kreatif, Politeknik Negeri Subang, dan Politeknik Negeri Indramayu.
Ada tujuh prototype riset unggulan yang dipamerkan, mulai dari teknologi robotika untuk pertanian presisi (precision farming) hingga solusi daur ulang keong dan limbah pertanian yang ramah lingkungan. Semua inovasi ini merupakan hasil riset terapan untuk menjawab tantangan nyata di sektor pangan dan energi berkelanjutan.
Direktur Polban, Marwansyah SE MSi PhD, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen Polban dalam memperluas manfaat riset bagi masyarakat.
“Fokus riset kami saat ini adalah dampak langsung ke masyarakat. Program Panen Raya Berdikari ini memastikan riset tidak berhenti di laboratorium, tapi benar-benar diterapkan,” ujarnya.
Riset Terapan untuk Ketahanan Pangan
Polban menekankan pentingnya riset yang berorientasi hasil dan manfaat. Riset-riset yang dipamerkan dalam Polban Panen Raya Berdikari Expo 2025 sudah diimplementasikan di sejumlah daerah, seperti Garut, Lembang, dan Subang, dalam bentuk inovasi alat pertanian dan pengolahan hasil tani.
“Ukuran keberhasilan riset bukan jumlah publikasi, tapi manfaat yang dirasakan masyarakat,” tegas Marwansyah. “Kami berkontribusi langsung pada ketahanan pangan nasional.”
Inovasi yang dihadirkan meliputi:
-
Sistem precision farming berbasis drone dan robot otonom
-
Teknologi pupuk organik dari limbah pertanian
-
Prototipe mesin daur ulang keong dan pengolahan garam ramah lingkungan
-
Alat pengering hasil tani hemat energi
Kolaborasi Kampus, Pemerintah, dan Industri
Kegiatan Polban Panen Raya Berdikari Expo 2025 turut dihadiri Kabiro Kesra Setdaprov Jawa Barat, Andrie Kustria Wardana, yang mengapresiasi langkah Polban dan konsorsium vokasi.
“Program ini sejalan dengan visi kemandirian pangan Pemprov Jabar. Pemerintah siap mendukung dari sisi regulasi dan kelembagaan, termasuk melalui BRIDA,” ungkap Andrie.
Ia menambahkan, kolaborasi antara dunia pendidikan, pemerintah, dan industri akan mempercepat penerapan teknologi tepat guna bagi masyarakat pedesaan.
Selain menjadi ajang pameran, kegiatan ini juga meliputi diskusi evaluatif dan perencanaan riset lanjutan untuk memastikan hasil riset lebih aplikatif dan berkelanjutan.
Teknologi Robotik hingga Daur Ulang Keong
Ketua Panitia Expo, Rida Hudaya, menjelaskan bahwa tujuh prototype yang ditampilkan merupakan hasil seleksi program riset tahun sebelumnya.
“Ada teknologi high-tech seperti robot pertanian dan drone untuk pemetaan lahan, tapi juga inovasi sederhana seperti pengolahan keong sawah dan limbah menjadi pupuk serta bahan bakar alternatif,” jelasnya.
Pendekatan ini, lanjut Rida, menjadi bukti bahwa riset vokasi tidak hanya tentang teori, tetapi tentang solusi konkret yang bisa langsung diterapkan masyarakat.
Langkah Polban Menuju Kampus Vokasi Unggul
Melalui Polban Panen Raya Berdikari Expo 2025, Polban menegaskan peran strategisnya sebagai pusat riset vokasi di Indonesia. Dengan menggandeng perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan dunia usaha, Polban membangun ekosistem inovasi yang kuat untuk masa depan pendidikan vokasi di Tanah Air.
“Kami ingin setiap hasil riset punya nilai guna dan daya saing industri. Dari Bandung untuk Indonesia,” tutup Marwansyah.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai program vokasi nasional, kunjungi situs resmi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).
Jika ingin update tentang hal di sekitar bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com

