Stok Beras Bandung Aman Enam Bulan, Harga Masih Di Atas HET

sekitarbandung.com – Kabar baik datang untuk warga Kota Bandung. Stok beras Bandung dipastikan aman hingga enam bulan ke depan meskipun harga di pasar tradisional maupun

Aracely Azwa

Stok Beras Bandung Aman Enam Bulan, Harga Masih Di Atas HET

sekitarbandung.com – Kabar baik datang untuk warga Kota Bandung. Stok beras Bandung dipastikan aman hingga enam bulan ke depan meskipun harga di pasar tradisional maupun ritel modern masih berada di atas harga eceran tertinggi (HET).

Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar, pada Selasa (2/9/2025).

Surplus Stok Beras di Kota Bandung

Gin Gin menjelaskan, stok beras di gudang Bulog dalam kondisi sangat aman. Berdasarkan data pemantauan, cadangan beras bahkan mampu menopang kebutuhan masyarakat hingga setengah tahun ke depan.

“Untuk gudang Bulog, ketersediaannya sangat aman. Cadangan beras bisa menopang pasokan hingga enam bulan ke depan,” ujarnya.

Berdasarkan catatan DKPP, pada Agustus 2025 saja Kota Bandung mengalami surplus hampir 23 ribu ton beras. Jumlah itu setara dengan kebutuhan 74 hari konsumsi beras untuk warga kota, dengan asumsi kebutuhan harian mencapai 20 ribu ton.

Baca Juga: Pemkab Bandung Tegaskan ASN dan Pelajar Tetap Masuk, Tak Ada WFH Meski Demo

Pemantauan Stok dan Harga Beras Setiap Hari

Untuk memastikan stok tetap aman, DKPP bersama Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) serta enumerator pasar melakukan pemantauan harian. Pemantauan ini tidak hanya di gudang Bulog, tetapi juga di gudang distributor, pasar tradisional, hingga ritel modern.

“Kami juga sedang menginventarisasi tempat-tempat penyimpanan di luar pasar, karena Bandung merupakan kota distributor,” jelas Gin Gin.

Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan gejolak pasokan, mengingat Kota Bandung tidak memiliki lahan pertanian luas dan sangat bergantung pada distribusi dari luar daerah.

Harga Beras Masih Di Atas HET

Meski stok beras Bandung dalam kondisi aman, harga beras di pasar masih menjadi tantangan. Saat ini harga rata-rata beras medium di pasar tradisional dan ritel mencapai Rp13.900 per kilogram, lebih tinggi dari HET Rp12.500.

“Memang tidak ada kelangkaan beras. Hanya saja harga di pasar masih tinggi. Beberapa merek premium yang populer stoknya menipis, tapi pilihan merek lain masih sangat banyak,” kata Gin Gin.

Tercatat, ada hampir 200 merek beras premium yang beredar di ritel Kota Bandung. Jadi, meskipun beberapa merek favorit terbatas, masyarakat tetap memiliki banyak alternatif.

Program Pemerintah Kendalikan Harga

Pemerintah pusat dan daerah berupaya menjaga stabilitas harga melalui berbagai program. Beberapa di antaranya adalah:

  • Gerakan Pangan Murah (GPM): menyediakan beras dengan harga lebih terjangkau di berbagai titik penjualan.

  • Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP): intervensi harga agar lonjakan tidak semakin tinggi.

  • Bantuan Pangan Beras 10 kg: dari pemerintah pusat untuk keluarga penerima manfaat selama dua bulan.

  • ATM Beras dan Gerakan Pangersa: program dari Pemkot Bandung untuk membantu masyarakat yang kesulitan membeli beras.

  • Urban Farming Buruan Sae: program pertanian kota yang mendorong warga menanam bahan pangan sendiri, termasuk padi, sayur, dan buah.

Dengan adanya program-program ini, Pemkot Bandung berharap harga beras bisa turun mendekati HET, sehingga lebih terjangkau untuk seluruh lapisan masyarakat.

Tantangan Distribusi Beras di Bandung

Gin Gin juga menekankan bahwa tantangan utama di Bandung bukanlah ketersediaan beras, melainkan mekanisme pasar dan distribusi.

“Kota Bandung memang 96 persen bergantung pada pasokan luar. Selama distribusi lancar, stok akan terjaga. Yang menjadi tantangan hanya pada harga karena mekanisme pasar yang menentukan,” jelasnya.

Oleh karena itu, koordinasi dengan Bulog, distributor, hingga pasar tradisional sangat penting untuk memastikan tidak terjadi penimbunan atau permainan harga yang merugikan masyarakat.

Pandangan Warga dan Pedagang

Beberapa pedagang pasar tradisional di kawasan Kiaracondong mengaku harga beras naik sejak pertengahan Agustus. Namun, mereka menilai pasokan beras tetap lancar.

“Kalau stok aman, cuma harga memang agak tinggi. Pembeli biasanya beralih ke merek lain yang lebih murah,” ujar Dede, pedagang beras di Pasar Kosambi.

Sementara itu, warga berharap harga beras bisa segera stabil. “Kalau beras naik, dampaknya besar buat rumah tangga. Jadi semoga program pemerintah bisa cepat terasa,” kata Rina, ibu rumah tangga di Antapani. Informasi bantuan pangan pemerintah bisa diakses di Badan Pangan Nasional.

Dengan stok beras Bandung yang dipastikan aman hingga enam bulan ke depan, warga tidak perlu khawatir akan kelangkaan. Namun, perhatian kini beralih ke masalah harga yang masih di atas HET. Melalui intervensi program pemerintah dan pengawasan distribusi, diharapkan harga beras bisa kembali stabil dalam waktu dekat.

Jika ingin update tentang hal di sekitar Bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com

Related Post

Tinggalkan komentar