sekitarBANDUNGcom -Performa Persib Bandung di awal musim Liga 1 Indonesia 2023/2024 terus menjadi sorotan tajam, terutama dari Bobotoh, para pendukung setianya. Bagaimana tidak, Sang Pangeran Biru masih belum mampu meraih satu pun kemenangan dalam tiga laga terakhir, membuat frustrasi publik dan memunculkan pertanyaan besar. Situasi ini diperparah dengan polemik yang terjadi di antara manajemen Persib dengan beberapa kelompok suporternya, seperti Viking FC dan Bomber.
Frustrasi Bobotoh dan Polemik Internal Mengemuka
Kekecewaan Bobotoh terlihat jelas di berbagai platform media sosial. Salah satu netizen dalam cuitan Twitter-nya dengan nada bertanya-tanya meluapkan: “Naha meuni hese klub sagede Persib menang 3 point?” (Kenapa susah sekali klub sebesar Persib meraih 3 poin?). Pertanyaan ini merefleksikan kegelisahan kolektif para penggemar melihat tim kesayangannya yang selalu memiliki ambisi juara, kini tertatih-tatih di awal musim.
Selain masalah performa di lapangan, tim juga menghadapi tantangan di luar lapangan. Polemik yang terjadi di antara manajemen Persib dengan beberapa kelompok suporter seperti Viking FC dan Bomber, diduga turut memengaruhi suasana tim. Ketegangan antara manajemen dan stakeholder suporter dapat menciptakan iklim yang kurang kondusif, baik bagi pemain maupun tim pelatih.
Baca Juga : Kasus KDRT Viral…Istri Hamil Dianiaya Membabi Buta Oleh Suaminya. Polisi Anggap Tindak Pidana Ringan
Duel Sengit Melawan Dewa United: Penguasaan Bola Tanpa Peluang Krusial
Di pertandingan ketiga Persib pada kompetisi Liga 1, Sang Pangeran Biru harus bermain susah payah untuk menundukkan keperkasaan benteng pertahanan Dewa United. Laga ini menjadi cerminan dari kesulitan Persib dalam mengonversi dominasi menjadi gol.
Secara statistik, Persib Bandung unggul dalam penguasaan bola dengan angka 58% berbanding 42% milik Dewa United. Namun, ironisnya, dominasi dalam mengalirkan bola ini sering kali tidak berujung kepada peluang bagus yang mengancam gawang lawan. Serangan-serangan Persib nampak mandek di sepertiga akhir lapangan, kesulitan menembus pertahanan lawan yang rapat.
Dewa United, di sisi lain, bermain dengan sangat rapi dan disiplin. Mereka terlihat lebih sabar menunggu momentum dan sesekali melancarkan serangan balik cepat yang bikin pertahanan Persib ketar-ketir. Efektivitas Dewa United dalam memanfaatkan serangan balik menjadi kunci dalam laga ini.
Kebobolan Dua Gol dari Skema yang Sama: Lini Belakang Persib Keteteran
Babak pertama berjalan, Dewa United berhasil unggul 1-0. Gol pembuka tercipta melalui skema tendangan sudut (corner kick) pada menit ke-35. A. Rusadi berhasil membobol gawang Persib Bandung dengan sundulan kepalanya. Terlihat Rusadi seperti tanpa pengawalan berarti dari bek Persib, sehingga dengan leluasa menyundul bola hingga berbuah gol. Ini menunjukkan adanya kelengahan di lini pertahanan Persib dalam menjaga pemain lawan pada situasi bola mati.
Meskipun tertinggal, Persib terus merancang serangan. Banyak serangan yang dilakukan para pemain Persib, namun nampaknya belum maksimal dan selalu gagal dilumpuhkan oleh lini belakang lawan yang bermain solid.
Di babak kedua, Persib sempat terpuruk lebih dalam setelah kembali kebobolan pada menit ke-59′. Gol kedua Dewa United kembali tercipta melalui skema yang sama, yakni tendangan sudut. Kali ini, Alex berhasil memanfaatkan bola muntah di depan gawang, mengubah skor menjadi Dewa United 2, Persib 0. Dua gol dari corner kick menjadi catatan buruk bagi pertahanan Persib yang perlu segera dievaluasi.
Kebangkitan Dramatis dengan 10 Pemain: R. Irianto dan Ezra Walian Selamatkan Persib
Tak ingin terus berada di bawah tekanan dan terpuruk, Persib terus merancang serangan. Hingga akhirnya, pada menit ke-63′, R. Irianto berhasil memperkecil ketertinggalan menjadi Persib 1, Dewa United 2. Gol Irianto tercipta dari bola rebound hasil tendangan bebas Marc Klok yang sempat ditepis kiper lawan. Gol ini membangkitkan semangat juang Maung Bandung.
Namun, drama belum berakhir. Lima menit berselang setelah gol Irianto, Persib harus rela bermain dengan 10 pemain setelah Febri Hariyadi diganjar kartu merah oleh wasit. Situasi ini tentu sangat menyulitkan bagi Persib untuk mengejar ketertinggalan dan mencetak gol penyeimbang.
Meskipun kalah jumlah pemain, Persib tidak menurunkan intensitas serangannya. Semangat juang yang luar biasa ditunjukkan oleh Marc Klok dan kawan-kawan. Hingga akhirnya, tepat di masa injury time, Ezra Walian muncul sebagai penyelamat Persib dari kekalahan pertamanya. Melalui eksekusi tendangan bebas yang cantik, Ezra mencetak gol penutup laga, mengubah skor menjadi imbang Persib 2, Dewa United 2. Gol dramatis ini menunjukkan mentalitas pantang menyerah tim.
Posisi Klasemen dan Tantangan ke Depan
Atas hasil imbang ini, Persib masih bertengger di posisi 10 klasemen sementara Liga 1 BRI Indonesia. Hasil ini, meski menyelamatkan dari kekalahan, belum cukup untuk mengangkat Persib ke papan atas dan menghentikan sorotan Bobotoh. Tim perlu segera menemukan formula kemenangan dan membenahi berbagai celah, terutama di lini belakang dan kreativitas serangan. Tantangan ke depan semakin berat, dan Persib harus segera menunjukkan performa yang lebih konsisten.
Baca Juga : Tragedi di Ciwastra: Pernikahan 1 Tahun Berakhir Maut, Suami Bunuh Istri Sendiri

