Sekitarbandung.com – Usai berjalan selama 1,5 tahun dan kerap diwarnai berbagai kontroversi, program Makan Bergizi Gratis (MBG) memasuki fase yang dinilai paling revolusioner dalam tujuh hari terakhir.
Dalam kurun waktu singkat tersebut, sejumlah perubahan besar diumumkan dan mulai diterapkan. Lantas, perubahan-perubahan besar apa saja yang dimaksud tersebut?
1. Audit di Hari Libur
BGN akan memanfaatkan hari libur untuk melakukan audit di setiap SPPG guna terus melakukan pembenahan.
2. MBG SMA Diberhentikan
BGN akan mengkaji siswa SMA yang nantinya dinilai sudah mampu untuk dikeluarkan dari penerima manfaat MBG.
3. MBG akan Libatkan Kantin Sekolah
BGN mengganti strategi dengan merencanakan MBG berbasis kantin untuk menekan biaya pengeluaran.
Baca Juga: Perbedaan Program MBG di Indonesia dan MBG di Jepang
4. Insentif 6 Juta Diberhentikan
Ke depannya, jumlah insentif SPPG akan disesuaikan berdasarkan jumlah penerima manfaat yang dilayani oleh masing-masing SPPG.
5. Maksimal 6 Dapur dalam 1 Kecamatan
Langkah ini dilakukan untuk efisiensi dan mengevaluasi kebutuhan riil yang berada di setiap daerah.
6. Pegawai BGN Tidak Boleh Punya SPPG
Larangan ini ditegaskan untuk mencegah adanya konflik kepentingan dalam pengambilan kebijakan.
Langkah-langkah tersebut menandai upaya pemerintah untuk menjawab berbagai kritik yang selama ini muncul sekaligus memperkuat efektivitas program sebagai salah satu agenda strategis nasional dalam peningkatan gizi masyarakat.
Perubahan yang terjadi dalam sepekan terakhir pun disebut sebagai titik balik penting yang mempunyai potensi besar dalam menentukan arah dan masa depan MBG ke depannya.
Baca Juga: Kondisi SD di Padang Jadi Sorotan, Bangunannya Rusak di Tengah Berdirinya Dapur MBG

