Valentine’s Day Bukan Budaya Kita, Budaya Kita mah?

KELUARGA, valentine181 Dilihat

sekitarBANDUNGcom – Setiap tanggal 14 Februari, sebagian masyarakat merayakan Hari Kasih Sayang atau Hari Valentine. Meskipun perayaan tersebut dirayakan secara global, hari besar tersebut tidak termasuk hari libur.

Ternyata, ada makna tersendiri terkait penetapan tanggal Hari Valentine. Yuk, simak sejarahnya berikut ini.

Dilansir situs History, Hari Valentine berasal dari kisah pendeta di Roma pada abad ketiga bernama Santo (St.) Valentine. Pada masa itu, Kaisar Claudius II melarang pernikahan untuk pria muda. Alasannya, pria lajang dianggap lebih baik dijadikan prajurit dari pada menikah dan memiliki keluarga.

Namun, Pendeta St. Valentine menentang keputusan Kaisar Claudius II karena dianggap tidak adil. Lalu, Valentine secara rahasia menyelenggarakan prosesi pernikahan pasangan muda hingga akhirnya perbuatan itu oleh Claudius. Atas perbuatannya, Valentine lantas dihukum mati pada 14 Februari 270 masehi.

Hari kematian St. Valentine pada tanggal 14 Februari dijadikan sebagai awal mula perayaan Hari Valentine setiap tahun.

Hari Valentine dirayakan di Amerika Serikat, Kanada, Meksiko, Inggris, Prancis, dan Australia. Di Inggris Raya, Hari Valentine mulai populer dirayakan sekitar abad ke-17.

Pada pertengahan abad ke-18, Hari Valentine dirayakan dengan keluarga, teman dan kekasih dengan bertukar catatan tulisan tangan. Pada tahun 1900, kartu-kartu cetak mulai menggantikan surat tertulis karena perkembangan teknologi pencetakan.

Kartu cetak adalah cara mudah bagi orang untuk menunjukkan emosi mereka di saat ekspresi langsung dari perasaan seseorang tidak dianjurkan. Pemakaian kartu cetak terus dipakai saat Hari Valentine.

Orang Amerika mulai bertukar kado Hari Valentine buatan tangan pada awal 1700-an. Pada tahun 1840-an, Esther A. Howland mulai menjual kado Hari Valentine pertama yang diproduksi secara massal di Amerika.

Howland, yang dikenal sebagai “Ibu Valentine”, membuat kreasi dengan renda asli, pita, dan gambar berwarna yang dikenal sebagai “memo”. Hingga saat ini, kartu cetak dan memo sering digunakan untuk merayakan Hari Valentine.

Sumber: detikcom

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *