Wali Kota Bandung Dorong CFD Buahbatu Kembali, Tata Kelola Dishub Jadi Sorotan

sekitarbandungcom – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mendorong agar CFD Buahbatu kembali digelar setelah pembenahan tata kelola anggaran dan pelaksanaan kegiatan di Pemkot Bandung selesai

nathanael gihon

Wali Kota Bandung Dorong CFD Buahbatu Kembali, Tata Kelola Dishub Jadi Sorotan

sekitarbandungcom – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mendorong agar CFD Buahbatu kembali digelar setelah pembenahan tata kelola anggaran dan pelaksanaan kegiatan di Pemkot Bandung selesai dilakukan. Pernyataan tersebut disampaikan Farhan pada Jumat, 11 September 2026.

Penghentian sementara kegiatan bukan karena CFD dinilai tidak bermanfaat bagi warga. Farhan menjelaskan, penghentian berkaitan dengan tindak lanjut atas temuan Badan Pemeriksa Keuangan atau BPK mengenai pengelolaan anggaran oleh Dinas Perhubungan Kota Bandung.

Wali Kota Bandung Dorong CFD Buahbatu Kembali

Farhan menyampaikan bahwa CFD tetap memiliki manfaat sebagai ruang aktivitas warga. Kegiatan tersebut juga dinilai dapat mendukung pergerakan ekonomi lokal karena menghadirkan ruang bagi masyarakat untuk berolahraga, berkegiatan, dan berinteraksi di kawasan jalan yang sementara dibebaskan dari kendaraan.

Karena itu, Pemkot Bandung ingin memastikan pembenahan tata kelola dilakukan sebelum kegiatan kembali berjalan. Langkah tersebut diperlukan agar pelaksanaan CFD dapat berlangsung sesuai aturan serta mencegah persoalan serupa.

Sebelumnya, detikJabar melaporkan bahwa CFD Dago, CFD Buahbatu, dan Braga Beken menjadi bagian dari temuan audit terkait anggaran Rp2,7 miliar. Anggaran tersebut berkaitan dengan belanja jasa ketenteraman pada program-program tersebut.

Temuan itu kemudian mendorong pemerintah melakukan evaluasi terhadap penganggaran dan pelaksanaan. Pembenahan menjadi bagian dari proses agar program yang memiliki manfaat bagi masyarakat tetap dapat dilanjutkan dengan tata kelola yang lebih baik.

Farhan juga berharap CFD Dago dan Buahbatu dapat kembali dilaksanakan setelah proses pembenahan selesai. Penghentian dipandang sebagai tahap evaluasi, bukan penghapusan permanen.

Baca juga:Pemkot Bandung Perkuat Pengelolaan Sampah, Hadapi Tantangan Musim Hujan

Wali Kota Bandung Perkuat Tata Kelola Dishub

Pembenahan tata kelola menjadi perhatian karena Dinas Perhubungan memiliki peran dalam pengaturan kegiatan terkait lalu lintas dan ruang jalan. Evaluasi dilakukan agar setiap pengeluaran dan pelaksanaan program memiliki dasar yang jelas serta dapat dipertanggungjawabkan.

Dalam konteks tersebut, pemerintah tidak hanya mempertimbangkan aspek kegiatan di lapangan. Pengelolaan anggaran menjadi bagian penting yang harus diperbaiki sebelum CFD kembali dibuka.

Farhan menegaskan keinginan untuk melanjutkan CFD karena kegiatan tersebut memberikan ruang publik yang dimanfaatkan warga. Namun, kelanjutan program tetap harus disertai perbaikan administrasi dan tata kelola.

Kegiatan CFD Buahbatu tercatat sebagai aktivitas yang mendapat pengamanan kepolisian. Pada 5 Juli 2026, Polsek Lengkong melakukan pengamanan kegiatan CFD Buahbatu untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan lalu lintas.

Catatan tersebut menunjukkan bahwa CFD Buahbatu juga membutuhkan pengaturan lalu lintas dan koordinasi antarunsur terkait. Petugas membantu menjaga aktivitas warga tetap aman dan tertib.

Baca juga:Pakta Integritas ASN Bandung, Farhan Ajak Perangi Korupsi dan Konflik Kepentingan

Kegiatan CFD memiliki dampak langsung terhadap warga dan pelaku usaha di sekitar jalur pelaksanaan. Karena itu, pengaktifan kembali perlu memperhatikan kesiapan petugas, pengaturan kendaraan, kebersihan kawasan, serta komunikasi kepada masyarakat agar kegiatan berlangsung tertib dan memberikan manfaat bagi publik secara konsisten demi kepentingan warga.

Pemerintah perlu memastikan mekanisme pelaksanaan yang sesuai setelah evaluasi anggaran dan tata kelola selesai. Masyarakat dapat mengetahui perkembangan melalui informasi resmi Pemkot Bandung.

Temuan BPK mengenai pengelolaan anggaran tidak otomatis berarti terdapat tindak pidana. Dalam konteks informasi yang tersedia, persoalan tersebut merupakan temuan audit.

Dengan proses pembenahan, Pemkot Bandung berupaya menjaga agar kegiatan yang bermanfaat tetap dapat berjalan secara akuntabel. CFD Buahbatu diharapkan kembali menjadi ruang publik setelah perbaikan administrasi dan pelaksanaan dipenuhi.

Kembalinya CFD juga akan membutuhkan kesiapan pengaturan lalu lintas, keamanan, dan koordinasi di lapangan. Karena itu, keputusan mengenai waktu pelaksanaan berikutnya tetap perlu menunggu penyelesaian pembenahan yang dilakukan pemerintah.

Bagi masyarakat, informasi resmi menjadi rujukan untuk mengetahui perkembangan CFD Buahbatu. Pemerintah perlu menyampaikan jadwal dan ketentuan ketika kegiatan telah dipastikan kembali dilaksanakan.

Farhan telah menyampaikan bahwa CFD ingin dilanjutkan karena manfaatnya bagi warga. Sementara itu, pembenahan tata kelola menjadi syarat penting agar pelaksanaan berikutnya dapat berlangsung lebih tertib, transparan, dan sesuai ketentuan.

Dengan demikian, CFD Buahbatu saat ini berada dalam fase evaluasi dan perbaikan. Dorongan Wali Kota Bandung menunjukkan adanya keinginan untuk mengembalikan kegiatan tersebut, sementara pembenahan tata kelola Dishub menjadi bagian penting sebelum pelaksanaan kembali dilakukan secara resmi.

Sumber:jabarprov.go.id

Related Post

Tinggalkan komentar