sekitarBANDUNGcom, Bandung, 26 Juli 2023 – Kota Bandung, yang memiliki sejarah mendalam dengan Proklamator Kemerdekaan RI, akan segera memiliki sebuah monumen baru yang spektakuler. Pamriadi, Ketua Yayasan Putra Nasional Indonesia, mengungkapkan bahwa sebuah patung Ir. Soekarno, Presiden pertama Republik Indonesia, akan dibangun di GOR dan Taman Saparua, Bandung. Patung ini, yang direncanakan memiliki ketinggian mencapai 22,3 meter, akan menjadi patung Bung Karno paling tinggi di Indonesia, bahkan mungkin di dunia.
Patung Tertinggi di Indonesia: Simbol Kebesaran Sang Proklamator
Monumen Plaza Bung Karno ini tidak hanya akan menjadi penanda sejarah, tetapi juga ikon baru bagi Jawa Barat. “Insyaallah tahun ini, Monumen Plaza Bung Karno di Bandung akan menjadi monumen tertinggi di Indonesia, bahkan mungkin tertinggi di dunia. Hal ini akan menjadi ikon baru bagi Jawa Barat,” ungkap Pamriadi dalam keterangan yang diterima di Jakarta pada hari Rabu.
Yang lebih menarik, pembangunan patung ini akan dilakukan secara gotong royong dan uniknya tidak menggunakan uang negara atau daerah. “Patung Bung Karno setinggi 22,3 meter ini, insyaallah tidak dibiayai oleh APBN dan APBD, melainkan akan mendapatkan sumbangan dari donatur yang sangat mencintai Bung Karno dan mendukung perjuangannya,” ujar Pamriadi. Total dana yang diperlukan untuk pembangunan ini diperkirakan mencapai Rp14,5 miliar.
Ide pembangunan monumen ini berasal dari seorang akademisi Institut Teknologi Bandung (ITB). Pembangunan Monumen Plaza ini akan dimulai pada awal Juli, dengan langkah pertama yaitu penataan taman Plaza Bung Karno, yang akan menjadi ruang publik yang nyaman bagi masyarakat.
Pembuatan patung ini dipercayakan kepada pematung ternama, Dunadi, yang juga merupakan pematung yang sering membuat Patung Bung Karno dan berasal dari Yogyakarta. Penunjukan pematung yang berpengalaman ini diharapkan dapat menghasilkan karya seni yang berkualitas dan bermakna.
Baca juga : Anak Sekolah Bandung Dapat Makan Gratis Bergizi
Groundbreaking yang Dihadiri Tokoh-tokoh Penting Nasional
Proyek monumental ini ditandai dengan acara groundbreaking yang dihadiri oleh sejumlah tokoh penting nasional. Acara tersebut berlangsung di GOR dan Taman Saparua, Bandung, pada Rabu pagi.
Beberapa tokoh yang hadir antara lain Hasto Kristiyanto, Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP), yang juga menjabat sebagai Penasihat Pembangunan Monumen. Ada pula Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Barat, yang menunjukkan dukungan pemerintah daerah terhadap proyek ini. Tokoh-tokoh lainnya yang hadir adalah Ono Surono, Ketua DPD PDIP Jabar beserta Sekretarisnya, Ketut Sustiawan, Ineu Purwadewi Sundari, Wakil Ketua DPRD Jabar, serta Hengki Kurniawan Chova, Bupati Bandung Barat. Kehadiran para tokoh dari berbagai tingkat pemerintahan dan partai politik ini menegaskan dukungan dan apresiasi yang luas terhadap proyek pembangunan Patung Bung Karno ini.
Bandung dan “Semangat” Bung Karno yang Tak Terpisahkan
Sebagai Penasihat Pembangunan Monumen Bung Karno, Hasto Kristiyanto menegaskan hubungan istimewa antara Kota Bandung dan Sang Proklamator. Menurutnya, pemikiran Bung Karno banyak berkembang saat ia tinggal di kota ini, terutama di masa-masa sulitnya. Bandung menjadi “laboratorium” bagi ide-ide besar yang meluas dari pandangan masyarakat hingga nasional dan global.
Oleh karena itu, patung ini bukan hanya monumen, melainkan simbol dari gagasan-gagasan Bung Karno yang relevan bagi generasi muda. Di kota inilah Bung Karno mendirikan Partai Nasional Indonesia (PNI) pada tahun 1927 dan dipenjara, di mana semangat perjuangannya justru semakin menguat.
Pembangunan patung Bung Karno di Bandung ini adalah sebuah pengingat akan sejarah dan ideologi bangsa. Kehadiran patung ini di ruang publik seperti Taman Saparua diharapkan menjadi sumber inspirasi yang hidup bagi pemuda dan masyarakat luas. Tujuannya adalah untuk terus menumbuhkan semangat nasionalisme, solidaritas, dan cita-cita kebangsaan.
Patung ini mengajak generasi muda untuk tidak hanya bangga akan sejarah, tetapi juga aktif mewujudkan gagasan-gagasan besar Bung Karno di era digital ini, menjadikan monumen ini simbol abadi dari semangat juang.
Selain nilai sejarah dan ideologi, pembangunan monumen ini juga menjadi cerminan semangat kebersamaan. Proyek patung setinggi 22,3 meter ini didanai secara gotong royong melalui sumbangan dari para donatur, tanpa menggunakan anggaran negara atau daerah. Model pendanaan swadaya ini membuktikan bahwa kecintaan masyarakat terhadap sosok Bung Karno dan nilai-nilai perjuangannya masih sangat kuat.
Ini adalah cara masyarakat modern untuk menghormati sejarah dan menjadikannya sebagai landasan untuk membangun masa depan yang lebih baik, melalui partisipasi aktif dan kolaborasi.
Baca juga : BPBD: 16 Kecamatan Bandung Barat Masuk Zona Rawan Gempa
(adm)

