Muhammad Ali Taher Tidak Pernah Injakan di Indonesia, tetapi Ia Rela Kuras Hartanya Demi Kemerdekaan Negara Kita

Sekitarbandung.com – Seorang pria asal Palestina bernama Muhammad Ali Taher memberikan bantuan yang tidak terduga saat proklamasi kemerdekaan Indonesia. Saat itu, Indonesia merupakan negara yang

Dicky Wicaksono

Muhammad Ali Taher Tidak Pernah Injakan di Indonesia, tetapi Ia Rela Kuras Hartanya Demi Kemerdekaan Negara Kita
Muhammad Ali Taher Tidak Pernah Injakan di Indonesia, tetapi Ia Rela Kuras Hartanya Demi Kemerdekaan Negara Kita

Sekitarbandung.com – Seorang pria asal Palestina bernama Muhammad Ali Taher memberikan bantuan yang tidak terduga saat proklamasi kemerdekaan Indonesia.

Saat itu, Indonesia merupakan negara yang sangat miskin. Kita tidak memiliki kas negara untuk mengurus diplomasi dan menyebarkan berita kemerdekaan ke dunia internasional.

Muhammad Ali Taher sendiri merupakan seorang saudagar kaya, jurnalis, sekaligus tokoh pergerakan Palestina yang saat itu menetap di Mesir.

Meskipun belum pernah sekalipun datang ke Indonesia, ia sangat bersimpati ketika melihat perjuangan bangsa kita melawan penjajah Belanda.

Pada tahun 1944-1945, para diplomat Indonesia seperti M. Zein Hassan sedang mengalami kesulitan dana di Timur Tengah. Melihat kondisi tersebut, Muhammad Ali Taher langsung melakukan hal yang tidak disangka-sangka.

Ia menarik seluruh uang simpanannya di Bank of Arabia dan menyerahkannya langsung kepada delegasi Indonesia. Awalnya, delegasi Indonesia sempat terkejut.

Baca Juga: Gugur Tragis di Usia 23 Tahun, Pengorbanan Slamet Riyadi Jadi Inspirasi Lahirnya Pasukan Elit Baret Merah

Lalu mereka mencoba memberikan surat tanda terima sebagai bukti utang negara, tetapi Ali Taher menolaknya dengan tegas. Ia berkata:

“Terimalah semua kekayaan saya ini untuk memenangkan perjuangan Indonesia. Saya tidak membutuhkan tanda terima. Ini adalah dukungan dari hati.”

Dana segar dari Ali Taher ini menjadi “bensin” yang sangat vital. Berkat uang tersebut, para diplomat Indonesia bisa berkeliling Timur Tengah.

Selain itu, mereka juga dapat melobi negara-negara Arab hingga akhirnya Mesir menjadi negara pertama di dunia yang mengakui kemerdekaan Indonesia. Efek dominonya sangat luar biasa.

Ada satu ironi yang sangat menyayat hati. Sosok yang rela menguras hartanya demi memastikan Indonesia merdeka ini justru harus melihat tanah kelahirannya sendiri, Palestina, dijajah dan tidak kunjung merdeka hingga detik ini.

Indonesia tidak boleh melupakan hal ini. Karena di setiap napas kemerdekaan kita, ada harta dan keikhlasan Muhammad Ali Taher yang mengalir di dalamnya.

Ia turut membantu membebaskan bangsa kita, sementara bangsanya sendiri masih berjuang mencari keadilan. Sudah saatnya kita berdiri paling depan untuk Palestina.

Baca Juga: Pahlawan Paling Ditakuti Belanda, Oto Iskandar Di Nata Gugur Tragis Diculik Bangsanya di Awal Masa Kemerdekaan

Related Post

Tinggalkan komentar