Pilates Diciptakan untuk Latihan Fisik di Kamp Perang dan Tentara Tidak Mati Konyol

Sekitarbandung.com – Jika mendengar kata “Pilates”, maka yang muncul dalam kepala yaitu studio estetik, gerakan tenang, atau olahraga mahal untuk kaum elit. Padahal dulunya, olahraga

Dicky Wicaksono

Pilates Diciptakan untuk Latihan Fisik di Kamp Perang dan Tentara Tidak Mati Konyol
Pilates Diciptakan untuk Latihan Fisik di Kamp Perang dan Tentara Tidak Mati Konyol

Sekitarbandung.com – Jika mendengar kata “Pilates”, maka yang muncul dalam kepala yaitu studio estetik, gerakan tenang, atau olahraga mahal untuk kaum elit. Padahal dulunya, olahraga ini mempunyai cerita yang kelam.

Pada tahun 1914, Perang Dunia I pecah. Inggris dilanda paranoia terhadap ancaman mata-mata. Pemerintah menangkap paksa seluruh warga sipil dari “negara musuh” yang ada di wilayahnya.

Tanpa melakukan kejahatan apa pun, mereka dilabeli “Enemy Alien” (Tahanan Sipil Musuh) dan dibuang ke Kamp Knockaloe. Mereka hanyalah korban salah tempat dan salah waktu.

Di Kamp Knockaloe, Isle of Man, Inggris, ribuan orang dikurung dalam barak kayu yang sempit, dikelilingi kawat berduri, dan terjebak dalam kondisi sanitasi yang buruk.

Tanpa adanya aktivitas, otot mereka menjadi kaku, tulang belakang membungkuk, dan mental mereka hancur lebur.

Joseph Pilates

Di antara para tananan tersebut ada seseorang yang bernama Joseph Pilates. Ia seorang mantan petinju dan pemain sirkus yang ikut ditangkap karena alasan berpaspor Jerman.

Ia berpikir bahwa jika otot tidak digerakkan dalam waktu lama, maka itu bisa berbahaya, karena tidak hanya kaku, tetapi juga mempunyai efek psikologis yang sangat besar.

Akhirnya, ia menciptakan “Contrology”, teknik latihan ekstrem yang dirancang agar para tawanan tetap mempunyai mental baja dan fisik tangguh meski ruang geraknya terbatas.

Masalahnya, di kamp penjara itu tidak ada alat gym. Kreativitas Joseph Pilates pun diuji. Ia mulai mencopot per (pegas) dari tempat tidur rumah sakit kamp dan memasangnya di tiang ranjang.

Hal ini dilakukan agar pasien yang terluka parah pun tetap bisa latihan beban sambil berbaring. Alat rakitan dari “rongsokan kasur” itulah yang menjadi nenek moyang mesin Reformer yang harganya hingga puluhan juta sekarang.

Baca Juga: Batas Aman Konsumsi Kafein Perhari bagi Tubuh Kita agar Tidak Overdosis

Teruji secara Nyata

Metode darurat ini ternyata teruji secara nyata. Pada tahun 1918, wabah Flu Spanyol membantai jutaan orang di seluruh dunia.

Tetapi hebatnya, tawanan di Knockaloe yang rutin dilatih Joseph Pilates justru dikabarkan tetap selamat dan sehat. Imun mereka jauh lebih kuat karena tubuh mereka sudah ditempa dari latihan gerakan yang ia ajarkan.

Alasan Bisa Kebal terhadap Flu

Rahasia pada kapasitas paru-paru. Joseph Pilates menekankan pada teknik pernapasan dalam. Latihan ini memaksa setiap sudut paru-paru bekerja secara maksimal dan melancarkan aliran darah ke seluruh organ.

Bagi tawanan yang fisiknya aktif dan napasnya terlatih, virus menjadi jauh lebih sulit untuk melumpuhkan sistem pertahanan tubuh mereka.

Kelihatannya memang hanya tiduran sambil mengatur napas, tetapi latihan ini beratnya minta ampun. Latihan ini memaksa otot inti terdalam yang jarang dipakai untuk bekerja ekstra keras.

Gerakannya yang super lambat membuat otot menahan beban lebih lama hingga badan bergemetar hebat. Tak lupa ditambah otak yang terkuras untuk menyinkronkan napas dan postur secara bersamaan.

Pilates Latih Otot Dalam

Di gym, kita mungkin melatih otot besar agar terlihat atletis. Tetapi di Pilates, kita melatih otot dalam (deep muscles) yang berfungsi sebagai penyangga tubuh.

Tanpa otot inti yang kuat, tulang belakang kita akan menanggung beban secara sendirian dan itulah awal mula dari segala jenis nyeri punggung.

Meskipun tidak lagi di kamp perang, kita juga perang dengan rutinitas pekerjaan yang duduk berjam-jam di depan laptop. Ini merupakan ancaman nyata bagi struktur tulang belakang manusia modern.

Lantas, sekarang paham kan apa yang harus kita lakukan?

Baca Juga: Sudah Tahu Golongan Darahmu? Berikut Data Kota Bandung pada Tahun 2025 Semester I

Related Post

Tinggalkan komentar