sekitarbandung.com – Polrestabes Bandung menggelar latihan Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) pada Rabu, 9 September 2026, di kawasan Taman Tegallega, Kota Bandung. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan personel dalam menghadapi berbagai kemungkinan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Latihan ini melibatkan Polrestabes Bandung bersama Polres Bandung, Polres Cimahi, dan Polres Sumedang. Kegiatan juga mendapat dukungan unsur Brimob serta Direktorat Samapta Polda Jawa Barat. Jumlah peserta latihan dilaporkan sekitar 2.500 personel gabungan.
Polrestabes Bandung Uji Kesiapan Personel
Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Dedi Supriyadi mengatakan latihan Sispamkota menjadi sarana untuk meningkatkan kemampuan aparat dalam mengamankan wilayah Bandung Raya. Menurutnya, personel perlu mendapatkan penyegaran mengenai posisi dan tindakan yang harus dilakukan ketika menghadapi kondisi tertentu.
Latihan tersebut tidak hanya berfokus pada kesiapan individu, tetapi juga menguji koordinasi antarsatuan. Polda Jawa Barat menyebut kegiatan Sispamkota menjadi bagian penting untuk memastikan setiap personel memahami tugas dan perannya saat menghadapi situasi kontinjensi.
Dalam pelaksanaannya, personel dilatih agar mampu memberikan respons secara cepat, terukur, dan terkoordinasi. Kesiapan tersebut diperlukan agar setiap unsur yang terlibat dapat menjalankan tugas sesuai peran masing-masing ketika kondisi keamanan membutuhkan penanganan bersama.
Skenario latihan dibuat menyerupai situasi gangguan kamtibmas yang berkembang. Polisi tidak hanya memperagakan pengamanan massa, tetapi juga melakukan simulasi pengamanan sejumlah objek vital yang menjadi bagian penting dalam sistem keamanan wilayah.
Baca juga: Persib vs Persija 12 September 2026, Laga Sengit Menanti di GBK
Polrestabes Bandung Simulasikan Gangguan Kamtibmas
Salah satu skenario dalam latihan adalah aksi unjuk rasa yang berkembang menjadi tindakan anarkis. Dalam simulasi tersebut, massa digambarkan melakukan aksi di sejumlah lokasi, termasuk objek vital di wilayah Kota Bandung.
Objek yang disimulasikan dalam pengamanan antara lain Gedung Sate dan Gedung DPRD Jawa Barat. Polisi memperagakan langkah pengendalian massa ketika situasi mulai meningkat dan membutuhkan respons yang lebih terukur.
Dalam adegan tersebut, petugas menggunakan water cannon dan melakukan pengendalian massa untuk mendorong pendemo mundur. Skenario kemudian berkembang ketika kondisi di lokasi lain ikut memburuk sehingga situasi menjadi semakin tidak terkendali.
Menghadapi perkembangan tersebut, unsur Brimob kemudian diterjunkan dalam simulasi untuk menangani aksi anarkis. Setelah dilakukan penanganan, massa dalam skenario berhasil dipukul mundur.
Latihan itu menunjukkan bahwa kesiapsiagaan tidak hanya berkaitan dengan jumlah personel. Kemampuan membaca situasi, komunikasi, pembagian tugas, serta koordinasi antarsatuan juga menjadi bagian penting dalam menghadapi gangguan keamanan.
Bagi Polrestabes Bandung, latihan Sispamkota menjadi kesempatan untuk mengevaluasi kesiapan personel sebelum menghadapi kemungkinan situasi kontinjensi. Kegiatan semacam ini juga membantu menyamakan pemahaman mengenai prosedur dan tindakan yang harus dilakukan di lapangan.
Polda Jawa Barat menekankan pentingnya soliditas dan sinergitas antarsatuan dalam kegiatan tersebut. Setiap personel diharapkan memahami posisi, tugas, dan tanggung jawabnya sehingga respons kepolisian dapat dilakukan secara terkoordinasi.
Latihan Sispamkota juga menjadi bagian dari upaya memperkuat pola pengamanan di wilayah Bandung Raya. Dengan latihan yang melibatkan sejumlah satuan, koordinasi dapat diuji melalui skenario yang telah disiapkan.
Kegiatan pada 9 September 2026 tersebut berlangsung sebagai simulasi, sehingga skenario aksi anarkis yang diperagakan bukan kejadian gangguan keamanan yang benar-benar terjadi di lokasi. Penjelasan ini penting agar informasi mengenai latihan tidak disalahartikan sebagai laporan adanya kerusuhan aktual.
Melalui latihan tersebut, Polrestabes Bandung berupaya memastikan personel memiliki kesiapan menghadapi berbagai kemungkinan. Fokusnya mencakup kemampuan bertindak sesuai tugas, menjaga koordinasi, serta menerapkan langkah pengamanan secara cepat dan terukur.
Selain kemampuan teknis, latihan tersebut memberikan ruang bagi personel untuk memahami pola komunikasi ketika menghadapi perubahan situasi. Koordinasi yang jelas diperlukan agar keputusan di lapangan tidak berjalan sendiri-sendiri dan setiap unsur dapat bergerak sesuai komando serta ketentuan yang berlaku.
Aspek tersebut menjadi perhatian dalam kesiapan pengamanan wilayah setempat.
Dengan demikian, Sispamkota bukan sekadar latihan teknis, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat kesiapan organisasi dalam menghadapi situasi yang membutuhkan pengerahan personel secara terpadu. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari langkah kepolisian menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Bandung Raya.
Baca juga: SDN 026 Bojongloa Mulai Dibangun, Siswa Sementara Belajar di SDN 148

