Sekitarbandung.com – Sapi Pasundan merupakan plasma nutfah asli Provinsi Jawa Barat. Dahulu sapi ini dikenal dengan sebutan “sapi rancah” yang berasal dari Kecamatan Rancah, Ciamis.
Populasinya saat ini tersebar di beberapa wilayah, seperti Ciamis, Garut, Tasikmalaya, Cianjur, bahkan hingga Kuningan. Persebaran ini menunjukkan bahwa Sapi Pasundan cukup mudah beradaptasi di berbagai kondisi lingkungan.
Meski tubuhnya relatif kecil, Sapi Pasundan terkenal tangguh. Sapi ini lebih adaptif dan dikenal lebih tahan terhadap beberapa penyakit ternak. Bobotnya hanya sekitar 300-400 kg, lebih kecil dari sapi impor yang bisa mencapai 1 ton.
Persentase karkas Sapi Pasundan yaitu sekitar 53-55 persen, lebih tinggi dari beberapa jenis sapi impor. Artinya, dari bobot tubuhnya, bagian daging yang dihasilkan bisa lebih banyak.
Baca Juga: Kamu Alami Post Holiday Blues? Begini Tips Mengatasinya!
Selain tangguh, Sapi Pasundan juga lebih hemat biaya pakan dan cocok untuk peternak kecil. Hal ini menjadikannya pilihan yang efisien untuk usaha peternakan skala kecil hingga menengah.
Dengan berbagai keunggulan tersebut, Sapi Pasundan menjadi salah satu potensi lokal yang perlu terus dikembangkan dan dilestarikan.
Pengembangan sapi lokal ini juga dapat membantu mengurangi ketergantungan terhadap impor daging sapi dari luar negeri.
Selain itu, dukungan dari pemerintah dan peternak sangat dibutuhkan agar populasi Sapi Pasundan tetap terjaga dan semakin meningkat.
Baca Juga: 6 Tips Perawatan dan Pemeriksaan Mobil Pascamudik Setelah Hari Kemenangan

